Category: Daily Reflection

  • Play Duit atau Play Do’i

    Play Duit atau Play Do’i

    Proses kekalahan Ahok rasa-rasanya merupakan cerminan dinamika surutnya akal sehat. Apakah ini pernyataan orang yang gagal move on, saya tidak tahu, tetapi kalau melihat sejarah politik Indonesia sih, pernyataan itu ada benarnya juga. Biar bagaimanapun, demokrasi menang-kalah dalam masyarakat plural seperti Indonesia, pasti akan rentan terhadap pelecehan akal sehat dan…

  • Agama Uzur

    Agama Uzur

    Ada agama yang sangat getol dengan misi atau zending atau dakwah atau apalah istilahnya. Pokoknya, para pemeluk agama ini gencar memberikan pengajaran sehingga terjadi proselitisme: yang Islam jadi Katolik, yang Katolik jadi Kristen, yang Kristen jadi Islam, dan seterusnya. Semakin sukses melakukan proselitisme, semakin dianggap sebagai agama yang sejati (karena…

  • Mencari Jalan Alternatif

    Mencari Jalan Alternatif

    Kebaruan itu senantiasa membuat kita sedikit takut karena kita merasa lebih aman jika segalanya ada di bawah kendali kita, baik itu dalam hal perencanaan, pembangunan, atau perancangan hidup kita. Begitu halnya juga berkenaan dengan Allah: sulitlah memercayakan diri secara penuh kepada Allah, membiarkan Roh Kudus menjadi jiwa penuntun hidup kita.…

  • Percaya Itu Indah

    Percaya Itu Indah

    Kata guru rohani yang tak saya kenal, percaya itu adalah suatu kesempatan supaya hidup ini lebih hidup dan membahagiakan. Orang yang punya sikap dasar percaya ini bisa mencium ‘aroma Allah’ yang membuat hidupnya jadi lebih hidup dan membahagiakan itu, entah dia hidup di DKI dengan gubernur baru atau hidup di…

  • Maaf, Belum Move On

    Maaf, Belum Move On

    Konon dalam kultur Yahudi dulu ada mekanisme verifikasi peristiwa historis dengan sepuluh saksi dan sepuluh saksi ini haruslah laki-laki. Andaikan ada sembilan saksi laki-laki dan seratus saksi perempuan menyatakan hal yang sama, kesaksian seratus perempuan itu tak ada artinya, takkan menggenapi kesaksian sembilan laki-laki itu. Perempuan tak terhitung. Tanya kenapa!…

  • Mana Janjinya…

    Mana Janjinya…

    Kata tetangga sebelah, janji adalah hutang; dengan demikian, orang yang banyak berjanji adalah orang yang banyak berhutang juga. Tak mengherankan bahwa paslon yang menang kampanye karena banyak janji manies, mulai ditagih hutang muaniesnya. Repotnya ialah jika janjinya itu terikat pada aneka segmen yang saling bertentangan: nanti akhirnya segmen yang lemahlah…