Category: Daily Reflection

  • Tan Telolet Tan

    Tan Telolet Tan

    Andaikan mayoritas sopir bus tolelot atau telolet itu perempuan, mungkin yang viral di dunia daring adalah judul posting ini, halah. Yang muncul dalam memori saya ketika sebentar mengamati demam om telolet om itu adalah ketika dalam suatu perjalanan di sekitar Gombong saya lihat dari kejauhan beberapa anak setengah telanjang berdiri…

  • Demen Amat sama Atribut

    Demen Amat sama Atribut

    Belum bosan saya mengulangi pernyataan ini: kebahagiaan sejati tak terletak pada hal memiliki sesuatu (rumah mewah, mobil keren, pacar cantik, istri modis, jabatan tinggi, misalnya). Pada apa dong? Bacaan hari ini menunjukkan salah satu perspektif: pada perjumpaan nyata. Loh, ya sama aja toh, Rom, orang bahagia ketika ia memiliki perjumpaan nyata? Dasar…

  • Fully Charged

    Fully Charged

    Ternyata saya belum mati juga meskipun handphone saya lebih kerap tak bernyawa dan bertengger di meja atau berdiam diri manis di saku atau di mobil atau di manapun dia berada. Handphone saya gak banyak omong, dan ternyata kok ya masih hidup sayanya. Mungkin orang lain yang jengkel sampai mati karena…

  • Sahabat ‘Syaiton’

    Sahabat ‘Syaiton’

    Konon begini kata seorang pertapa padang gurun: Kalau kamu bertengger dalam utak-atik-otak rasionalisasimu, kamu bisa jadi setan. Kalau kamu sedih, bisa jadi kamu anaknya. Kalau kamu khawatir akan banyak hal, kamu jadi jongosnya yang kerja rodi tanpa istirahat. Itu pasti bukan pertapa dari Indonesia, tetapi begitulah ungkapannya kira-kira (bukan kura-kura…

  • Bunga Tidur

    Bunga Tidur

    Protagonis cerita kecil kita hari ini bukan Orang Gila dari Nazareth, melainkan ayah angkatnya (yang juga sableng sih, memang kita semua ini sableng) yang bernama Yosef, Yusuf, Giuseppe, Ucup, atau bagaimana deh itu mau diterjemahkan. Darinya kita belajar mengenai tafsir mimpi yang biasanya tak begitu diperhatikan orang pada zaman ini, bahkan…

  • DNA Siapa

    DNA Siapa

    Pun dalam diri anak-anak yang ada di panti asuhan, karena tak ada keluarga yang mengasuh, ada nuansa kerinduan akan keluarga. Ini saya rasakan ketika dulu saya beberapa kali berkunjung ke panti asuhan dan setiap kali hendak meninggalkan panti itu, anak-anak di sana benar-benar seperti merasa kehilangan sosok keluarga. Sementara ada…