Category: Daily Reflection
-

Adakah yang Kusingkirkan?
Ada banyak hal kecil atau sepele yang jika tak diperhatikan sungguh-sungguh bisa membahayakan. Silakan mencari contohnya sendiri-sendiri ya. Saya cuma mau mengatakan ada orang-orang tua yang tidak berpikir bahwa apa yang terjadi pada anak-anak balita bisa sangat menentukan perkembangan mereka kemudian. Siapa mengira, kecuali mereka yang mengerti sedikit psikologi, bahwa…
-

Ikhlaskanlah…
Om saya muslim [Njuk ngapa trus napa?]. Kami naik taksi dan duduk di jok belakang. Anaknya duduk di samping driver yang sedang bekerja, mengendali mobil supaya baik jalannya. Topi kesayangannya dibawa sepupu saya yang duduk di depan. Dia masih anak SD. Mobil berhenti tidak mulus karena om saya agak mendadak…
-

Walk the Talk
Kiranya pernah kita dengar ungkapan seperti ‘kamus berjalan’, ‘ensiklopedi berjalan’ dan sejenisnya. Ini tidak menunjuk pada portable devices yang bisa ditenteng orang ke sana kemari, tetapi pada orang yang otaknya mampu menyimpan aneka macam informasi yang sewaktu-waktu bisa diakses dengan mudahnya sehingga orang tak perlu lagi mencari buku kamus atau ensiklopedi…
-

Iman Lemah: Kerasukan
Iman, pun kalau cuma kecil, menerjemahkan potensi kekuatan luar biasa dalam aksi. Aksi, sebesar apa pun, memberi kesan hebat pada sensasi, dan akhirnya hilang ditelan sejarah. Mungkin orang akan mengingat aksi besar itu karena tradisi turun temurun, tetapi tanpa iman tadi, memori cuma jadi potensi, tidak maujud dalam aksi. Beberapa…
-

Kenapa Gairah Melemah
Nyawa kita ini tak ada faedahnya sampai ia diberikan secara total kepada ‘yang lain’. Itu mengapa relasi dengan ‘yang lain’ itu menjadi kunci bagi dinamika gairah hidup seseorang. Di downtown Chiang Mai ini, seseorang menyodorkan name card unik. Nomer hapenya ada, tetapi gak ada namanya. Logonya full colour dan memenuhi kartu: gambar wanita telanjang.…
-

Panggilan Skripsi
Orang lapar maunya kenyang, orang miskin yang gak muluk-muluk maunya bisa cukup sandang pangan papan, orang fundamentalis atau teroris maunya semua orang hidup seperti yang ia ideologikan, mahasiswa ‘abadi’ maunya tugas akhirnya selesai (begitu saja tanpa mengerjakannya?), orang sakit maunya sembuh, dan sebagainya. Pokoknya, penderitaan senantiasa cenderung dihindari, bahkan pelepasan dari penderitaan…