Category: Daily Reflection
-

Beriman Itu Ada Ujiannya
Harap maklum jika orang tak tertarik mendengarkan uraian suci dari mulut orang yang perilakunya jauh dari mulutnya. Kekuatan kebenaran tidak terletak pada kata-kata bijak yang dirangkai, melainkan pada kecocokannya dengan penghayatan hidup si perangkai kata-kata. Ini bukan soal tuntutan perfeksionis, bukan soal menuntut orang sempurna dulu dalam kepribadiannya sebelum berkata-kata…
-

Pintu Teater Telah Dibuka
Orang boleh menyebut kematian, kegagalan, penolakan, kemiskinan, kehilangan orang tercinta jika ditanya hal apa yang paling menakutkan dalam hidupnya. Akan tetapi, jika kita amati hiruk pikuk dunia sekitar (TV yang selalu menyala dengan suara keras, bunyi notifikasi smartphone, hingar bingar clubbing, simpang siur berita, absurdnya kinerja institusi kenegaraan, perilaku-perilaku yang…
-

Biarkan Babinya Tidur
Penghakiman terakhir adalah kompetensi Allah, bukan kompetensi manusia. Maka, kemarin disodorkan larangan untuk menghakimi. Orang pada umumnya punya standar atau kriteria relatif dan itu artinya cenderung subjektif: penghakiman terhadap orang lain malah jadi penghakiman untuk diri sendiri. Bayangkanlah dua orang beradu mulut dan setelah sekian lama akhirnya salah satu berkata,”Kamu…
-

Ayo Main Hakim Sendiri
Maaf, rada vulgar: rumput halaman tetangga senantiasa tampak lebih hijau daripada rumput halaman sendiri, [Loh, mana yang vulgar je? Ini:] kentut sendiri terasa lebih enak daripada kentut orang lain! Itu untuk mengatakan bagaimana orang cenderung iri hati terhadap kebaikan atau keberhasilan orang lain dan sebaliknya, cenderung mencari kambing hitam atas…
-

Capek Beriman?
Ada istilah burnout dalam psikologi yang menunjukkan status habisnya motif orang untuk kerja karena saking banyak atau lamanya ia bekerja. Terlalu banyak stress dalam kerja untuk waktu lama justru membuat orang tak bisa lagi fokus dalam kerjanya. Yesus seharian bekerja dan di penghujung hari meminta murid-muridnya untuk pergi ke seberang…
-

Sampah “Pecinta” Alam
Setiap kali kita khawatir akan perkara-perkara duniawi, kita tak mengizinkan kekuatan Allah masuk dalam kelemahan manusiawi kita. Kekhawatiran sendiri pada umumnya membuat wawasan orang menyempit: besok mau makan apa, pakai baju apa, tinggal di mana, dan lain-lainnya. Ah, omong doang mah gampang (lha makanya, saya omongkan saja). Kalau Romo sendiri…