Category: Daily Reflection
-

Isra’ Mi’raj nan Meneguhkan
Hari ini menjepit hari Jumat kemarin dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan dan ndelalahnya kok hari ini juga hari yang oleh saudara-saudari Muslim dimaknai sebagai peringatan Isra’ Mi’raj. Itu adalah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem bersamaan dengan perjalanannya dari bumi naik ke langit…
-

Produsen Kebahagiaan
Blog ini tak memberi tempat pada konsep kebahagiaan sebagai perasaan sentimental. Maklum, penulisnya juga gak percaya bahwa orang yang hidupnya begitu mudah, menyenangkan dan banyak tawa itu sungguh-sungguh bahagia (meskipun percaya bahwa kebahagiaan sejati memantik kegembiraan yang bisa terwujud dalam senyum dan tawa). Sudah ada posting mengenai kebahagiaan yang lebih…
-

Korban Mei 98 Naik Surga
Sampai abad V dalam tradisi Gereja hanya ada satu perayaan: kebangkitan Yesus, yang satu paket dengan kenaikan ke Surga dan pentakosta. Dengan tiga perayaan kemudian bisa dimengerti tiga pokok pertanyaan: 1. Apakah Yesus hidup? Ya, Yesus tak mati selamanya, tetapi tetap hidup (dengan kebangkitannya). 2. Lha di mana dong sekarang…
-

Roh Kudus Juru Blusuk
Ada orang yang secara keliru berpikir bahwa asal sudah masuk agama tertentu, status keselamatan mereka terjamin. Orang Kristen apalagi, asal percaya saja kepada Yesus Kristus, mereka diselamatkan. Orang lupa bahwa agama bukan melulu organisasi sosial dengan aneka kontraknya. Percaya kepada Yesus Kristus juga tidak selesai dengan mengucapkan syahadat, tetapi terus…
-

Perpisahan Mendewasakan
Apa jadinya kalau Yesus Kristus, besok Kamis, sekian ribu tahun yang lalu tidak naik ke Surga? Ia bisa terus menerus demonstrasi bilokasi, trilokasi, atau malah kuartolokasi (atau foliolokasi sekalian)! Kemampuan multilokasi ini konon juga dimiliki sedikit orang di dunia ini: orang-orang kudus, dan kaum sufi muslim. Orang-orang mestilah terperangah mengetahui…
-

Maling “Tuhan”
Berhadapan dengan maling yang berteriak maling memang menjengkelkan, apalagi kalau maling itu justru adalah otoritas yang punya kuasa untuk membasmi permalingan. Di ranah kerohanian, maling yang beradab tak berteriak maling kepada orang lain. Yang diteriakkannya ialah kebenaran eksklusif dan narsistik; semua orang, tanpa pandang bulu, diprovokasinya untuk memercayai apa yang…