Category: Daily Reflection

  • Natalan??? Pikirrrr!

    Natalan??? Pikirrrr!

    Hari Natal itu tanggal 25 Desember, tetapi beberapa malam lalu sudah saya dengar musik gegap gempita: selamat hari Natal. Masih dua minggu lagi, Brow! Apa gak lebih baik cari ibu hamil yang hampir melahirkan saja lalu ucapkan selamat atas kelahiran anaknya ya (yang belum tentu juga selamat)? Di lain pihak,…

  • Masih Mau Menyombongkan Diri?

    Masih Mau Menyombongkan Diri?

    Pernah tahu gak bahwa nabi itu sadis? Nabi Elia sebagai nabi awal bangsa Israel tampak keras dan ganas. Yang paling mengerikan ialah ketika ia menyembelih ratusan nabi dewa Baal yang menyesatkan orang Israel (1Raj 18). Ngeri juga nih, nabi Allah Israel mainnya kasar! Harap maklumlah, Brow, pada masa itu (dan di…

  • Pernah Patah Hati Gak Sih?

    Pernah Patah Hati Gak Sih?

    Kalau jatuh cinta itu berjuta rasanya, patah hati pun pasti berjuta rasanya. Hanya saja, jatuh cinta kelihatannya lebih mengasyikkan daripada patah hati. Kenapa? Karena patah memaksa orang untuk berhadapan dengan kenyataan yang sebenarnya! Ihik ihik ihik…… Memang orang yang jatuh cinta juga berhadapan dengan kenyataan sih, tetapi kenyataan itu sudah…

  • Keras ke Dalam, Lembut ke Luar

    Keras ke Dalam, Lembut ke Luar

    Ada suatu kekerasan negatif, yang brutal, bawaan dalam hati manusia. Kekerasan inilah yang merenggut nyawa Yohanes Pembaptis dan para nabi lainnya, yang menyertai rasa cemburu dan arogansi seseorang, yang mewarnai berita-berita kriminal di media. Kekerasan ini juga yang mewarnai aneka peristiwa ‘sepele’ lainnya: klakson berkali-kali lantaran tak sabar atau caci…

  • Doa Aja Ribut… Gak Capek, Brow?

    Doa Aja Ribut… Gak Capek, Brow?

    Di manakah orang Jakarta bisa menemukan kedamaian, ketenangan hati? Di puncak? Cisarua? Cipanas? Cikanyere? Lembang? Sukabumi? Biara? Gereja? Kapel adorasi? Masjid? Pura? Pangandaran? Anyer? Di situ, orang menemukan ketenangan tempat, yang gak selalu sinkron dengan kedamaian dan ketenangan hati. Lha ya jelas: namanya ketenangan hati, ya adanya di hati dong.…

  • Tobatlah, Pak! Mau Sampai Kapan?

    Tobatlah, Pak! Mau Sampai Kapan?

    Kebanyakan pembaca blog ini, saya rada berani bertaruh, jika karakternya diidentifikasi seturut kisah anak yang hilang (klik di sini), bisa digolongkan dalam tipologi anak sulung: anak baik yang patuh pada orang tuanya, dan karena itu jengkel abis terhadap anak lain yang seenak-enaknya dan ternyata dibiarkan hidup! Siapa yang tak jengkel…