Category: Daily Reflection
-

Ayo Bebenah…
Bacaan Injil hari ini merupakan aplikasi dari bacaan kemarin dan bisa memberi perspektif untuk sedikit memperbaiki tafsir atau inspirasi yang kemarin muncul. Soalnya, kemarin tak begitu dipertimbangkan pertanggungjawaban yang diminta tuan si bendahara itu. Bendahara ya tanggung jawabnya mengelola keuangan tuannya. Lha, pertanggungjawaban apa yang diminta darinya kok kemudian ia…
-

DPR: DaPuRmu….
Seorang anggota DPR, entah siapa yang memilih, bisa sedemikian antusias dengan prosedur hukum semata untuk mengkritik presiden, bahkan meskipun presidennya sedang mengupayakan peringanan beban hidup rakyatnya. Barangkali memang untuk itulah DPR diciptakan… di Indonesia: omong apa saja supaya kelihatan kritis terhadap presiden dan para menterinya. Perumpamaan bacaan Injil hari ini…
-

Untung Rugi, Aku Tahu…
Orang itu, kalau dah cinta mati, banyak melakukan hal ‘gila’ yang sulit ditangkap rasionalitasnya, baik dalam hal yang besar maupun hal yang kecil. Pokoknya tindakan itu konyol dan lucu-lucu kalau dipikir-pikir; saya jarang memikir-mikirkannya; silakan cari sendiri contohnya. Halnya jadi lebih serius kalau yang dicinta-matii itu sesuatu atau seseorang yang…
-

Mengikuti Jejak Susi
Suatu long distance relationship, entah pada pasangan yang sudah menikah atau belum, kiranya menuntut trust yang tinggi demi kelanggengan relasinya. Kondisi ini bahkan juga penting bagi aneka jenis relasi. Paulus memiliki trik yang baik dalam relasi jarak jauhnya dengan jemaat: ia secara berkala mengunjungi umatnya dan karena kunjungan itu tak bisa…
-

Merpati tak pernah ingkar janji
Bacaan Injil hari ini menegaskan pokok posting “Sedikit yang dipilih? Gombal“. Problem sebelum hari pengadilan terakhir bukanlah bahwa Allah menentukan siapa masuk surga dan siapa yang mencicipi neraka dulu. Di dunia nan fana ini setiap orang dipanggil untuk menikmati nilai keabadian, tetapi yang memilih nilai kebakaan itu tidak banyak! Tentu…
-

Pilih Kinerja DPR Apa Menteri?
Orang yang memperlakukan agama sebagai tambalan (karena memang tak ada orang yang terlahir langsung beragama) umumnya juga memperlakukan orang lain sebagai fitur tambahan untuk mengokohkan status hidupnya. Orang seperti ini tidak bisa diharapkan sebagai agen revolusi mental. Solidaritas yang diupayakan orang ini sangat mungkin merupakan solidaritas semu: solidaritas yang bermuara…