Category: Daily Reflection
-

Narsis Gak Eaaaa….
Hari ini Gereja Katolik memestakan Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya; ya tidak ada makan-makan atau minum-minum sih selain perayaan Ekaristi saja. Mengapa dipestakan? Terus terang saya tak tahu. Kalau mau sekadar jenguk Tante Wiki silakan klik di sini. Yang penting, apa relevansinya bagi iman kita sekarang? Ada ulasan menarik yang membandingkan narasi…
-

Kebenaran Menajiskan Hati Korup
Dari bacaan pertama kemarin bisa kita pahami bahwa nabi sejati mewartakan kabar bukan demi menyenangkan orang. Ia menyodorkan suara Tuhan, entah orang senang atau tidak. Hidup memang tidak gampang, apalagi hidup dalam kebenaran: mesti ada risiko melawan mainstream. Meskipun begitu, bacaan pertama hari ini memberi harapan atas jalan buntu yang…
-

Bukan Soal Multitasking Brow
Di Jogja kita bisa melihat orang berkendara sambil ber-sms ria apapun kendaraannya, mulai dari sepeda sampai sedan. Tidak hanya itu, mereka melakukannya dengan santainya. Barangkali, virus generasi Z memengaruhi juga generasi-generasi sebelumnya: multitasking, orang bisa melakukan aneka kegiatan secara simultan. Terlepas dari apakah tindakan ini membahayakan atau tidak, kemampuan multitasking sendiri adalah…
-

Makan Apa, di Mana, Siapa?
Suatu saat sewaktu berjalan mengemis (400 km dalam waktu 10 hari), kami berjumpa dengan seorang muda yang rupanya juga sedang melakukan ziarah. Dia menghampiri kami dan entah bagaimana tiba-tiba dengan begitu berapi-api ia memberi penjelasan kepada kami bahwa penduduk di daerah A benar-benar mengalami kekeringan. Mereka sangat haus dan butuh…
-

Siapa Yang Kamu Sebut Nabi?
Seorang kawan muslim pernah bertanya bagaimana saya sebagai orang Katolik memandang Nabi Muhammad. Pertanyaan itu masih bisa dijawab dengan mudah karena hanya berkenaan dengan pendapat pribadi mengenai sosok nabi: setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi corong suara Allah di tengah masyarakat. Bukan hanya orang Kristen, semua umat beriman dipanggil untuk…
-

Afirmasi via negasi
Barangkali hidup ini adalah rangkaian jawaban “ya” dan “tidak”, dan kebanyakan dari rangkaian itu ialah jawaban “tidak” terhadap panggilan kebenaran ilahi. Setelah Yeremia menyampaikan nubuatnya, para imam dan nabi mereka serta rakyat justru menyodorkan ancaman bahwa Yeremia harus mati! Ini tak jauh berbeda dengan pengalaman mudik Yesus; bukannya mendapat sambutan…
You must be logged in to post a comment.