Category: Daily Reflection

  • Caption

    Caption

    Saya sisipkan foto dua ibu negara tanpa perlu saya beri caption. Pokoknya, silakan sejenak menikmati kecantikan perempuan dalam foto ini, tanpa perlu ribet-ribet mencari tahu siapa mereka dan latar belakang mereka bagaimana.   Dua perempuan ini juga berfoto dengan posisi berbeda dan beberapa hari lalu ada yang memamerkannya di medsos dengan…

  • Imajinasi

    Imajinasi

    Minggu lalu saya beri judul posting Mental Dagang untuk merujuk penghayatan agama dengan basis jual beli atau mungkin tukar tambah dan sejenisnya. Penghayatan ini sangat populer sejak zaman jebot, baik dalam tradisi politeis maupun monoteis. Yang politeis bisa suka-suka pilih ilah yang sesuai dengan kebutuhannya; kalau ternyata ilahnya tidak cukup operasional,…

  • Mental Dagang

    Mental Dagang

    Kalau Anda rasional dan seluruh kebutuhan dengan mudah terpenuhi oleh kekayaan Anda, saya sarankan Anda tidak usah merepotkan diri dengan wacana religius semacam kebangkitan, yang disinggung teks bacaan hari ini. Meskipun wacana ini baru populer sekitar dua milenium (lebih sedikit) lalu, untuk apa memikirkannya? Yang penting kan hidup sekarang dan…

  • InfluenZakheus

    InfluenZakheus

    Minggu lalu ditampilkan sosok tanpa nama yang berprofesi sebagai anggota dinas pajak, yang oleh warga diberi label pendosa. Minggu ini nongol Zakheus, seorang ἀρχιτελώνης, architelones. Kalau dalam struktur Gereja ada bishop yang adalah uskup dan ada juga archbishop, uskup agung, Zakheus ini bisa dibilang sebagai pimpinan pemungut pajak, dan kalau…

  • Auto Doa

    Auto Doa

    Saya lupa di mana pernah menuliskan ungkapan ini: seseorang sungguh rendah hati sampai ia menyadarinya. Silakan ganti kata sifat rendah hati dengan kata sifat lain (sombong, tulus, cerewet, nakal), lalu simaklah  apakah rumus perkalian dengan bilangan minus itu berlaku di situ #lohkokjadimatematika? Kok sepertinya simpel amat ya… Perumpamaan hari ini…

  • Bersih-Bersih

    Bersih-Bersih

    Saya tak tahu apa yang dirasakan presiden RI saat ini, yang punya wawasan dari Sabang sampai Merauke dengan kepentingan politik yang begitu beragam, dengan sisa-sisa akar feodalisme yang meninggalkan kultur mediocre di setiap lapisan. Yang saya tahu persis, saya merasa discouraged: berjibaku menulis tentang visi keadilan sosial di tengah-tengah bangsa…