Category: Daily Reflection

  • Hidup Sakral

    Hidup Sakral

    Anda tentu pernah mendengar kata profan yang dalam Oxford Learner’s Dictionary dikatakan berasal dari bahasa Latin “profanus” yang berarti ‘outside the temple, not sacred’, sedangkan sakral dari kata dasar “sacer” yang berarti ‘holy’. Tak mengherankan, dalam KBBI dituliskan profan dengan beberapa kata sifat: tidak bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan;…

  • Global Warning

    Global Warning

    Pagi ini saya mendengar khotbah mengenai bagaimana orang beragama bisa menempuh jalan lurus ke surga: memberi semakin banyak donasi untuk pembangunan rumah ibadat. Saya tidak (akan) pernah berkhotbah seperti itu dengan begitu saya mendiskriminasi diri saya sendiri, yang cuma pernah memasukkan uang beberapa ribu rupiah untuk pembangunan rumah ibadat. *Pantesan…

  • Corona

    Corona

    Beberapa waktu lalu rezim komunis Vietnam menciduk penjual mi yang membuat parodi pebisnis kuliner Turki; tidak hanya penjual mi yang diawasi rezim komunis, komunitas-komunitas minoritas religius biasanya ditindas juga oleh rezim ini. Apakah yang represif itu hanya rezim komunis? Ya tidak. Di India, dengan modal nasionalisme Hindu, serangan-serangan terhadap kelompok…

  • Soul Feelings

    Soul Feelings

    Sekitar 350 tahun lalu, salah seorang senior saya [ya ampun Romo ini berapa sih umurnya, tengil banget] menjadi pengasuh kaisar Tiongkok yang bernama Sunzhi. Nama senior saya ini Johann Adam Schall, orang Jerman, tapi fasih bahasa Mandarin. Orang-orang dulu memang sangat piawai dengan astronomi, dan astronomi yang dibawa Adam Schall…

  • Salam dari Jijay

    Salam dari Jijay

    Entah Guru dari Nazareth ini makhluk macam mana ya: sejak tampil secara publik, blio ini seperti sudah membawa DNA konflik dengan para pemuka agama saat itu: para imam, kaum Farisi, dan ahli-ahli Kitab Suci. Anda tahu dong, dalam masyarakat yang sangat klerikal, apa jadinya kalau seseorang melawan atau bahkan sekadar…

  • Berkat Sahabat

    Berkat Sahabat

    Saya yakin salah satu alasan mengapa hidup Anda membahagiakan ialah bahwa Anda tak punya hutang kepada negara sebanyak 2000 trilyun. Betul, kan? Pasti betullah karena kalau Anda punya hutang segitu banyak, Anda akan dikejar-kejar debt collector negara. Mana sempat Anda membaca tulisan ini? Ayo cepat bayar dulu! Eh, tapi ini…