Category: Daily Reflection

  • Mulai dari Nol

    Mulai dari Nol

    Seminggu kemarin jadwal harian saya penuh dengan penataran dari pagi sampai sore, komplet dengan tugas dan kuis yang mesti dijawab. Intermezzo: saya suka sekali dengan kuisnya, karena kalau saya serius memikirkan jawabannya, saya dapat skor 4 atau bahkan 2, tetapi kalau saya menjawabnya tanpa serius memikirkan jawabannya, saya malah dapat…

  • Open Sesame

    Open Sesame

    Minggu lalu saya memberi judul komentar saya: badut agama, dan sebetulnya itu karena saya ingat cerita tetangga saya yang pernah mendengar komentar seorang anak ketika ikut beribadat di sebuah gereja Katolik. Anak ini begitu antusias di awal misa itu sehingga bergeseer ke pinggir bangku di tengah gereja untuk menantikan rombongan…

  • Religious Clown

    Religious Clown

    Sejak awal minggu kemarin beberapa kali disinggung perkara aktor/aktris sebagai pribadi yang mesti menampilkan sesuatu yang lain dari apa yang senyatanya ada di hati. Teks bacaan ketiga pada hari ini memberi contoh tentang pilihan gaya hidup akibat kemunafikan itu. Silakan baca sendiri ya teksnya. Tautannya sudah saya sediakan di bawah.…

  • Nikmat Allah

    Nikmat Allah

    Dalam komentar tahun lalu saya mengindikasikan bahwa semakin egosentris orientasi hirarki kepentingan orang, semakin ia merepresentasikan hamba ketiga dalam perumpamaan teks bacaan hari ini. Ini sosok hamba yang dikritik habis tuannya dan dimiskinkan, bahkan meskipun ia bukan koruptor! Kalau di negeri ini, barangkali koruptor bukannya dimiskinkan, melainkan diringankan, apalagi kalau…

  • Vigilante

    Vigilante

    Teks bacaan hari ini melanjutkan pesan kemarin untuk menjadi vigilant. Mereka yang vigilant digambarkan sebagai lima gadis bijak, yang membawa lampu dan minyak cadangannya. Targetnya jelas: menjaga nyala lampu selama mungkin yang sepantasnya dibutuhkan. Lha kok gak bawa cadangan segerobak saja ya? Ya itu lebay bin superfluous. Kalau superfluous, targetnya…

  • Vigilant

    Vigilant

    Anda tentu masih ingat akan adanya kelompok vigilante (baca: vijilanté atau ˌvijəˈlan(t)ē) yang terkenal di negeri ini karena gemar sweeping pada masa-masa dan tempat-tempat tertentu atas dasar menjaga kemurnian agama. Niatnya mungkin baik, tetapi karena tak dilengkapi dengan pengetahuan dan pertimbangan yang komplet, jadinya ya vigilante gitu deh. Sebetulnya sifat vigilant itu ya baik,…