Category: Daily Reflection
-

Diam Saja
Hal di luar kebiasaan memang senantiasa mengundang reaksi keras, apalagi jika halnya berkenaan dengan keadaan mental. Tak mengherankan kalau ada pemimpin yang menyerukan revolusi mental, reaksi keras akan terus mengintai. Manifestasinya bisa macam-macam seturut sentimen SARA yang bisa dipakai untuk mengacaukan hidup. Dalam urusan internal agama, bisa juga revolusi mental…
-

Mboten Sare, Gus?
Kegalauan umat beragama di masa pandemi bisa dimengerti: untuk jangka waktu panjang, tak lagi bisa menjalankan ritual seperti biasanya, tak lagi bebas berziarah, tak bisa jumpa dengan umat lain untuk berdoa bersama, dan seterusnya, seakan-akan umat beragama tak bisa lagi menjumpai Tuhan. [Lha memangnya sebelum pandemi bisa menjumpai Tuhan?ðŸ¤] Ini…
-

Iman Kok Konsumtif
Beriman itu bagaikan orang menabur, bukan orang makan bubur. Yang pertama menyebarkan benih produk. Yang kedua mengonsumsi produk benih. Celakanya, orang beragama kerap membolak-balik hal ini. Maksudnya beriman, jebulnya konsumtif doang ujung-ujungnya. Karena targetnya konsumtif, tak mengherankan, teknologi diterapkan supaya hasilnya lebih cepat, lebih besar, lebih banyak. Di situ ada…
-

Untung Malang
Teks bacaan hari ini bisa bikin kèdÄ›r orang yang berpretensi hendak mengkritik orang lain. Memang tak semenohok teks Mat 7:4-5 (Gimana mungkin kamu mau mengeluarkan selumbar di mataku sementara matamu sendiri terhalang balok?). Di sini hanya dikatakan,“Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu!” Secara sepintas ini seperti menyiratkan…
-

Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri bisa misleading bagi orang beragama. Alih-alih ad maiorem dei gloriam, jadinya ad maiorem diri gue itu. Soalnya, aktualisasi diri bisa diukur dengan aneka macam alat ukur, yang terbaca dengan indra: jago masak, pinter matematika, juara wushu, dapat lencana penghargaan ini itu, punya outlet atau cabang di kota ini…
