Category: Personal Notes
-

Rasionalitas Permainan & Model Demokrasi
Realitas politik dalam masyarakat yang sangat plural bisa dilihat sebagai permainan zero-sum atau sebagai perang habis-habisan. Jika mental kesatuan bangsa sudah jadi dan tidak ada gap yang sangat mencolok, tentu zero-sum game lebih menarik diterapkan. Akan tetapi, jika ada elemen bangsa yang punya haluan ekstrem (fundamentalis misalnya) bermain di situ,…
-

Untung kagak ngebut…
Saya merasa diri sebagai orang Jawa yang masih bisa bilang ‘untung’ dalam menanggung kesialan! Saya teringat candaan seorang guru yang selalu diingatkan teman supaya kalau berjalan kaki di jalan raya itu minggir seminggir-minggirnya. Ia selalu berkilah bahwa ia sudah minggir, tidak melewati marka jalan sebagai batas jalur kendaraan. Sering digoda…
-

Something more
Saya gagal memotret seorang anak SD di Bedugul, Bali, yang berjalan kaki sendirian dan di tengah perjalanannya dia berhenti sejenak di depan pura kecil di pinggir jalan. Ia membungkuk sebentar, memejamkan mata, tangan mengatup, lalu membungkuk lagi dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke sekolah. Entah apa yang ada di benaknya, bisa…
-

Agama Tak Menjamin Moral; Ngapain Beragama?
Tidak ada hubungan logis antara agama dan moralitas. Orang beragama (baik) tidak otomatis bermoral baik dan orang bermoral (baik) juga belum tentu beragama. Banyaklah contohnya. Tak perlu dituliskan di sini contoh dan argumentasinya. Wah, trus apa gunanya beragama dong, Bray? “Ya kagak ada, Coy!” *gubraaaakkkk Tentu itu jawaban lebay bin alay;…
-

Kepada Para Pembela Agama dan Tuhan
Ada seorang tokoh pada awal abad ke-16 yang sejak masa mudanya terkenal pemberani. Ia ini orang Basque yang punya harga diri lebih tinggi dari suku-suku lain yang ada di Spanyol. Tokoh kita ini sejak kecil tidak asing dengan pertarungan, dan dia pula yang berhasil memompa semangat puluhan tentara kotanya untuk…
-

Romo itu misa setiap hari? Apa gak bosen sih?
Selama ikut perayaan Ekaristi itu, seringkali saya mengamati perilaku umat dan melihat diri sendiri. Dari pengamatan dan pengalaman ‘menjadi umat’ itu, saya sangat maklum jika banyak umat bosan, wegah-wegahan mengikuti perayaan. Mengapa? Lha wong romonya kurang menyapa umat, kotbahnya tidak lucu, bacaannya panjang, nyanyiannya itu-itu saja dan bawaannya lemes. Tentu…
You must be logged in to post a comment.