• Anyang-anyangěn

    Anyang-anyangěn

    Menunggu adalah ciri khas pencari Allah, tetapi bukan menunggu seperti menantikan kabin MRT tiba. Pencari Allah mesti hidup dalam penantian, tetapi bukan seperti menanti giliran periksa dokter. Kenapa? Karena MRT dan dokter, dan entah apa lagi, pilihannya cuma ya atau tidak, cuma sudah atau belum. Semuanya ada dalam kronos, dalam waktu yang bisa dikuantifikasi dan… Read more

  • Free Rein Style

    Free Rein Style

    Kemarin diperingati seorang filsuf dan teolog abad ke-4 dari Aljazair yang bernama Augustinus. Salah satu frase yang dipakainya untuk menggambarkan masa lalunya adalah: he’s left to his own devices. Maksudnya itu seperti kalau Anda naik delman berkuda tanpa kusir dan Anda tak punya tali kendalinya. Kalau ada pun, belum tentu Anda bisa mengendalikannya, kecuali Anda… Read more

  • Determinasi

    Determinasi

    Kalimat penutup ulasan olah raga di salah satu media nasional kemarin sangat mengejutkan saya. Bahwa juara dunia ganda putra 2019 adalah pasangan Ahsan/Setiawan tidaklah mengejutkan saya karena melihat kematangan mereka (sok matêng lu Mo). Akan tetapi, bahwa atlet badminton sekarang hanya berlatih kalau ada pelatih alias tak menempa diri tanpa pelatih sungguh-sungguh mengejutkan saya. Ini… Read more

  • Scio qui credidi

    Scio qui credidi

    Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk atau bahkan mrutu kamu singkirkan dari dalam minumanmu, tapi unta yang di dalamnya kamu telan! Kadang-kadang saya itu memang geleng-geleng terhadap Guru dari Nazareth itu dan itu mengapa muncul tulisan Orang Gila dari Nazaret. Kalau dia bikin metafora itu loh, bikin saya geleng-geleng, lebay. Tadi saya pikir jangan-jangan dia memang… Read more

  • Skeptis terhadap Agama

    Skeptis terhadap Agama

    Kemarin keponakan saya menyinggung soal paradoks toleransi dan hari ini bolehlah saya bocorkan singgungannya. Paradoks ini membantu orang untuk mengerti bahwa di kolong langit ini memang tak ada yang mutlak. Kalaupun yang mutlak itu bekerja di kolong langit, orang tak bisa menguasainya. Paradoks bekerja seperti bayangan: menjauh ketika dikejar, mengejar ketika dijauhi [wis, sakkarêpmulah Mo].… Read more

  • Agama Sempit

    Agama Sempit

    Kadang-kadang sebagai orang beragama saya malu karena agama yang menawarkan jalan keselamatan malah secara terang benderang mempertontonkan dirinya sebagai jalan kecelakaan. Agama yang menyodorkan model kemuridan justru jadi iming-iming model kemudaratan. Ini benar-benar tidak pandang bulu ayam atau bulu minke. Gak di Indonesia, gak di Jerman, bias mayoritas agama kuantitas itu seperti mendapatkan panggungnya di… Read more