Collect moments, not things.
-

Penakluk Gunung?
Tahun lalu saya masih kuat mendaki beberapa bukit dan gunung dalam waktu beberapa hari saja karena untuk menaklukkan bukit dan gunung itu saya cukup duduk manis di bus. Setelah sampai puncak atau mendekati puncak, saya tinggal turun dari bus dan menapakkan kaki beberapa langkah saja. Ini bukan perkara susah. Yang membuat saya kesusahan adalah mendaki… Read more
-

Mengais Suara Golput
Seorang kawan mempertanyakan status golput yang rupanya jadi bahan nyinyiran juga menjelang pemilu tahun ini. Pertanyaannya valid: tidak adakah sesuatu yang baik dari golput sehingga mesti jadi bahan nyinyiran negatif? Dalam hati saya menjawab spontan: oh ya jelas ada, sekurang-kurangnya dari perspektif kerohanian, golput adalah manifestasi detachment dalam azas dan dasar, yang tanpanya orang membuat pilihan atas dasar kelekatan… Read more
-

Maafkan Hoaks
Konon ada mantan jendral yang sedang berkampanye dan dari atas mobilnya ia memukul tangan seseorang, yang konon adalah petugas keamanan. Belakangan petugas keamanan ini membuat siaran permintaan maaf. Lha wong sudah dipukul mantan jendral yang dikawalnya kok malah minta maaf! Oh, jebulnya petugas ini menjalankan tugas secara kurang humanis, maka dia langsung dimarahi di TKP oleh mantan jendral… Read more
-

Mau Kiamat?
Entah mengapa wacana kiamat dengan berbagai rumusannya itu menarik orang sejak zaman Yesus sampai sekarang. Praduga saya sih belum berubah: kalau orang tak tahu apa yang mesti dilakukannya di dunia sini seturut kehendak Allah (saking stresnya karena ketidakterdugaan kuasa Allah, misalnya), alias jika orang tak mengerti bagaimana beriman di dunia sini, orang lebih diyakinkan untuk berwacana… Read more


