Collect moments, not things.
-

Game of Words
Bukan kuliah feminisme atau gender yang membuat saya mengerti teks bacaan hari ini dengan perspektif yang lebih luas, melainkan perjumpaan dengan transgender. Dari pergumulan batin mereka, saya sadar bahwa kenyataan biologis genital seseorang tidak membatasi pilihannya untuk menghidupi peran gender tertentu. Sayangnya, masyarakat sudah kadhung terkondisikan untuk melekatkan peran gender pada ‘takdir biologis’ tadi. Artinya, kalau… Read more
-

Hoaks sampai Kiamat
Ada yang mengusulkan supaya hari ini, minggu lalu, ditetapkan sebagai hari antihoaks se-Indonesia dengan tokoh rujukannya RS, eaaaa…. dan becermin dari pengalaman beliau(-beliau), saya mengakui bahwa saya juga pelaku sekaligus korban hoaks karena saya orang beragama. Tak usah banyak cingcong, saya ambil agama saya saja. Hoaks terbesarnya ialah kebangkitan Yesus. Hoaks lainnya cuma turunan dari… Read more
-

Romantika Beragama
Kalau seluruh penghuni bumi ini meluangkan waktu tiga menit saja untuk hening (berdoa), niscaya seluruh pertengkaran berakhir dan bumi hidup dalam kedamaian. Saya kira Anda memiliki kepercayaan terhadap kebenaran ajakan itu, seberapapun kadarnya. Saya sendiri percaya seratus persen, tetapi, ada tetapinya! Ungkapan itu dalam bahasa agama merupakan gambaran hidup surgawi. Kalau seluruh penghuni bumi ini… Read more
-

Cinta Kampret
Dalam pelajaran agama Katolik di SMP saya dulu, ada frase yang diperkenalkan sebagai istilah kunci hirarki Gereja Katolik: Paus sebagai wakil Allah di dunia. Namanya juga anak-anak, saya belum kenal istilah heuristik, metafora, letterleijk, sedemikian rupa sehingga wakil Allah itu saya mengerti sungguh-sungguh sebagai pintu gerbang yang tanpanya orang tak bisa mengakses Allah. Mungkin begitu… Read more


