Collect moments, not things.
-

Apa Urusan-Mu?
Narasi teks hari ini melayangkan pikiran saya pada tragedi Danau Toba beberapa waktu lalu. Ratusan orang tenggelam bersama kapal yang kelebihan muatan. Memprihatinkan memang dan bisa jadi menggemaskan, seperti halnya naik pesawat yang akan lepas landas atau cari parkiran dan di kiri kanan orang sudah bersibuk ria dengan telpon atau chat sana-sini. Saya memang tak… Read more
-

Iman Bersembunyi
Anda tidak wajib tertawa atau tersenyum mendengar jawaban tebakan “Di mana gajah bersembunyi?” Saya kemarin tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya karena tebakan itu memang disampaikan oleh pelawak. Gak lucu kan kalau pelawak melawak dan saya tidak tertawa? Ya memang terpingkal-pingkal itu agak lebay tetapi karena saya menonton langsung dan hitung-hitung untuk pelepas lelah saya tertawa terbahak-bahak saja… Read more
-

Allah Penghukum?
Penulis Injil itu kadang-kadang agak lebay dengan bahasa simbol. Hari ini diceritakan dua perempuan sakit yang terhubung dengan angka dua belas. Perempuan pertama dua belas tahun sakit pendarahan. Perempuan kedua yang dianggap sudah mati, bangun lagi dan berjalan karena umurnya sudah dua belas tahun. Lha, rak gak ada hubungannya antara berjalan dan umurnya sudah dua… Read more
-

Dukun Quick Count
Kemarin dulu saya singgung orang-pintar-dalam-tanda-petik dan kemarin muncul berita orang yang mengklaim orang-pintar-dalam-tanda-petiknya lebih joss daripada lembaga survei yang bersliweran selama Pilkada lalu. Ya, dia pakai istilah dukun dan populerlah berita perseteruan antara dukun dan lembaga survei. Saya kira yang bikin populer bukan dukun vs lembaga surveinya sih, melainkan tokoh yang melontarkan wacana itu, yang… Read more


