Collect moments, not things.
-

Will You Walk Alone?
Terhentinya Salah setelah dua per tiga babak pertama final Champions League kemarin jelas memengaruhi jalannya pertandingan bal-balan level tertinggi Eropa itu. Skema pressing dan serangan yang semestinya melibatkan Salah jadi tumpul dan lawan yang ditugasi menjaga Salah lebih leluasa pergerakannya. Tidak hanya itu, secara psikis, absennya Salah juga berpengaruh pada performa kiper (yang karena darah Jermannya saya… Read more
-

Puasa, Berkah atau Musibah
Melanjutkan posting kemarin yang menyoal seputar bom keluarga: dalam perbedaan, naluri kemanusiaan dibangun dan dengan begitu naluri keagamaan mendapatkan relevansinya. Tanpa naluri kemanusiaan, naluri keagamaan hanyalah manifestasi arogansi yang memecah belah kemanusiaan. Maka dari itu, naluri keagamaan semestinya senantiasa disinkronkan dengan naluri kemanusiaan. Dengan kata lain, itulah artinya bahwa sebelum orang jadi Katolik, Islam, Hindu,… Read more
-

Naluri Keagamaan?
Hati siapakah yang tak hancur melihat seorang anak dilibatkan dalam bom bunuh diri? Hati siapakah yang tak nelangsa melihat kepolosan anak dimanipulasi gelojoh kekuasaan? Dalam hati siapakah perasaan geram dan marah tak muncul melihat keluguan anak diperalat nafsu kekuasaan? Jawabannya sama dan sekarang kita bisa menyelisik diri seberapa jauh benih-benih terorisme ada pada diri setiap… Read more
-

Ceraikan Aku Dong
Zaman sekarang ini yang bisa menuntut cerai tidak hanya laki-laki, tetapi perempuan juga bisa, meskipun yang bisa menceraikan istri tetaplah suami #loh. Zaman Yesus itu praktik perceraian ya lumrah, bahkan perceraian dilegitimasi dengan hukum Musa belasan abad sebelumnya, ketika masyarakatnya masih nomaden dan begitu diskriminatif terhadap kaum hahawawa. Cuma laki-laki yang bisa menceraikan pasangannya (yang… Read more
-

Saling Memiliki Dodol
Bukan logika kepemilikan yang membahagiakan hidup orang. Juga bukan akumulasi modal. Kenapa ya? Karena kebahagiaan memang ranahnya berbeda. Akumulasi kepemilikan itu mengabdi pada kepentingan fisik orang: butuh pangan, sandang, papan. Tentu bisa memengaruhi kebahagiaan orang, tetapi pada prinsipnya yang diabdi adalah kepentingan fisik tadi. Kebahagiaan punya arah yang berbeda dari logika kepemilikan tadi karena yang diabdinya… Read more

