Collect moments, not things.
-

Manusia Tribal
Maaf, ini awal bulan Ramadan tetapi saya mulai dengan refleksi yang cenderung kognitif, padahal semestinya Ramadan jadi momen afektif dan volutif yang menyentuh passion. Bukan apa-apa, soalnya saya ditugasi mimpin misa komunitas, hitung-hitung sekalian menyiapkan khotbahnya biar gak mindhon gawéni. Deadline paper akhir makin dekat je, lebih baik tak usah ambil risiko [mosok wis tombok aja masih ambil… Read more
-

Teroris Tetot
Salah satu tantangan besar umat beragama dalam sejarahnya ialah untuk kabur dari kenyataan, kabur dari dunia [yang sudah saya singgung fuga mundi pada posting terdahulu, juga dalam posting dengan pijakan teks lain Warga Dunia Baru]. Apa artinya kabur dari realitas? Termasuk di dalamnya: mau membangun dunia seturut imajinasinya sendiri, untuk memaksakan politik kemasyarakatan sesuai dengan hukum agamanya sendiri,… Read more
-

Oposisi Lemah
Ini hipotesis doang. Dulu lambannya kemajuan bangsa ini terjadi karena tak ada oposisi (saking kuatnya diktator itu), sekarang terjadi karena kelemahan oposisinya, yang tidak fokus pada apa yang semestinya jadi tugasnya. Lha emang tugasnya apa? Bukankah sewajarnya oposisi menjatuhkan penguasa sehingga sah-sah aja kalau mempromosikan #2019gantipresiden? Namanya juga oposisi. Maka, tak mengherankan toh kalau kegagalan pemerintah menangkal… Read more
-

Dear Pemuka Agama Tetot
Dear para pemuka agama tetot, Perkenankanlah saya sebagai pemuka agama totot mengudar rasa kepada Anda sekalian. Tentu saja, sambung rasa ini sebetulnya juga berlaku bagi pemuka agama tetet, titit, tutut, dan tak lupa tatat. Mau tambah tatitutetot juga boleh, pokoknya pemuka agama. Rasa geram ada dalam diri saya setelah peristiwa pagi tadi karena saya cupet dengan… Read more
-

Jalan Gabener
Saya percaya Anda pernah menonton klip video di bawah ini. Kalau belum, ya silakan nonton, kalau mau, gitu aja kok repot. Si anak kecil itu papanya ateis, tetapi membiarkan anak-anaknya dibaptis secara Katolik. Si papa meninggal, dan sang anak cemas bahwa papanya tidak masuk surga. Si Paus Fransiskus menyampaikannya ke publik, termasuk anak-anak: apakah Allah mengabaikan… Read more

