Collect moments, not things.
-

Manusia Pecah Belah
Pernah terengah-engah lari mengejar kereta dan akhirnya cuma bisa melihat bokongnya yang semakin menjauh dan tak bisa lagi menunggu kita? Syukur kalau pernah. Paling tidak bisa berempati dengan mereka yang sudah berusaha keras tetapi akhirnya tak mencapai hasil juga. Tidak ada bokong kereta dalam bacaan hari ini, tetapi ada nuansa yang mirip dengan situasi para… Read more
-

Mau Tunggu sampai Pensiun?
Konon ada yang membuat pemilahan agama langit dan agama bumi, padahal kata agama sendiri sudah problematis maksudnya apa. Saya pun cuma bisa ikut-ikutan membuat karakterisasi agama berdasarkan apa yang sudah disodorkan sosiolog ketika ada orang bertanya agama itu apa. Tak lain dan tak bukan, karena saya sendiri juga tak mengerti apa itu agama. Maka dari… Read more
-

God Loves You
Dalam Gereja Katolik itu ada banyak banget perantara(an) ya. Maklum, di mana ada sakramen, di situ ada medium perantara. Kalau tak hati-hati malah bisa jadi birokratis dan lebih ngeri lagi bisa bikin diskriminatif dan eksklusif. Ini pendapat pribadi saya: tak perlulah dalam Ekaristi diumumkan bahwa yang boleh menyambut Tubuh Kristus hanya mereka yang sudah baptis… Read more
-

Bunuh Teroris?
Kesenangan akan berlalu, kebahagiaan tinggal tetap. Katakanlah ini cuma soal istilah, maka yang penting orang mengerti bahwa ada kegembiraan yang laten sifatnya dan ada juga yang kontinjen (Inggrisnya: contingent, artinya sementara atau bisa ada bisa gak ada). Celakanya, kebanyakan orang mengejar yang kontinjen dan repotnya memang yang bisa dikejar cuma yang kontinjen itu. Kegembiraan yang… Read more
-

Mesti Takut, Gitu?
Dengan segala hormat dan doa bagi para korban (termasuk pelakunya yang jadi korban) bom bunuh diri tadi malam di Kampung Melayu, marilah mencerna proses kebangsaan juga melalui perpektif Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dari bacaan yang disodorkan hari ini. Ceritanya simple: sebelas murid ke bukit yang sudah ditentukan. Bukit mana? Rupanya bukan bukit dalam artian… Read more
-

Wong Kagol
Barangkali ada banyak wong kagol (vokal ‘o’ seperti pada kata kompor) dalam beragama. Ini istilah yang memuat nuansa kecewa, marah, putus asa, dendam sedemikian rupa sehingga orang tak mau melanjutkan sesuatu yang sudah dimulainya, bahkan mungkin mengambil jalan sebaliknya. Misalnya ada orang yang digadang-gadang jadi presiden, tapi di tengah jalan para penggadangnya membelot sehingga calon… Read more
