Collect moments, not things.
-

Kartini Kok Pasif
Saya bereaksi keras (dalam hati doang sih) mendengar uraian bahwa orang akan merasa bahagia jika didengarkan, dipahami, dicintai, pokoknya dimanusiakan deh. – Loh, apa salahnya ya? Bukankah memang orang senang kalau ia didengarkan, dipahami, dicintai, dimanusiakan? Ya memang. – Trus, kenapa Romo protes? Romo kok senangnya cari gara-gara sih, provokasi? Kayaknya susah amat terima masukan… Read more
-
![Asal [Bukan] Ahok…](https://versodio.com/wp-content/uploads/2016/04/discernmentweb_banner-e1461118471595.jpg?w=700)
Asal [Bukan] Ahok…
Seorang pengamat politik melontarkan gagasan bahwa saat ini yang bisa mengalahkan elektabilitas Ahok hanyalah dirinya sendiri dan pendukung fanatiknya. Jika sampai terjadi kultus individu, elektabilitas itu akan buyar bukan oleh pihak luar, melainkan oleh gelojohnya sendiri untuk kekuasaan. Seperti sikap lawan-lawannya: yang penting dibahas bukan pokok persoalannya, melainkan orangnya. Indikator ke arah sana akan tecermin… Read more
-

Bertindak Heroik
Bagi orang beriman, bukti bukanlah yang utama; sementara bagi orang tak beriman, bukti tiada berguna. Saya kira keyakinan itu juga dipegang Yesus yang diminta oleh orang-orang Yahudi untuk menyatakan secara tegas apakah ia Mesias atau bukan. Jelas gak ada gunanya penegasan wong aneka sepak terjangnya tak cocok untuk isi kepala mereka yang nyinyir itu! Tak… Read more
-

Hati Tanpa Pintu
Kata salah seorang peraih nobel sastra, Herman Hesse, tak ada hal yang lebih sulit daripada menuntun orang pada kebahagiaannya sendiri. Kenapa ya kira-kira? Kalau menilik bacaan pertama, sepertinya karena tendensi eksklusif orang; itulah yang justru memasukkan orang dalam paradoks: mau makan sendiri kebenaran, akhirnya malah jadi bukan kebenaran, karena gak berlaku bagi orang lain. Petrus… Read more
-

Berminat Jadi Kirik?
Kalau menonton film berbau-bau Katolik di bioskop dengan subtitle bahasa Indonesia, kadang dapat kita tengarai bahwa penerjemah tidak mengerti seluk beluk perbedaan pastor dan pendeta, kurang akrab telinganya dengan panggilan ‘romo’, ‘pater’, ‘padre’ dan lebih mantap menerjemahkan ‘father’ dengan kata ‘ayah’ atau ‘bapak’. Tapi begitulah: sebodo’ amat terjemahan tepat atau tidak, yang penting makin banyak… Read more

