Collect moments, not things.
-

Citra Cinta
Dulu saya kagum pada teman, pemain teater, yang bisa menghafal dialog-dialog berat dan panjang dalam drama. Seiring dengan itu, saya kepo terhadap tata panggung: ada bagian depan, kiri dan kanan, yang berbentuk seperti kotak penutup lampu. Anehnya, dalam setiap pentas seni, saya tak pernah melihat sinar lampu dari arah kotak penutup itu. Ketika saya cek,… Read more
-

Bucin
Kemarin tetangga kamar saya memimpin ibadat di rumah dan membagikan definisi cinta manusia yang diperoleh dari kuliah filsafatnya di Jerman. Dia sendiri berdarah Jerman seperti saya, cuma darah Jermannya original, tidak seperti saya. Definisinya sederhana sekali: mengembangkan diri pihak yang dicinta. Tidak ada kepentingan selain perkembangan diri pihak yang dicinta itu. Akan tetapi, kenyataan di… Read more
-

Berjudi dalam Tuhan
Pada awal milenium ini saya masih punya jiwa avonturir tinggi, termasuk ketika berkunjung ke Makau. Sayangnya, waktu di depan The Venetian Macao, jiwa avonturir mak slulup angslup dan mulut terkatup meskipun pintu belum tertutup. Duit saya pasti tak cukup. Seorang teman mengajak saya masuk, tetapi saya tahu dia punya uang lebih banyak. Kami punya waktu… Read more
-

Where are you, Grace?
Apa kunci perbedaan damai yang diberikan Guru dari Nazareth dan yang diberikan dunia? Jawabannya ada pada alinea pembukaan UUD ’45: rahmat. Tanpa rahmat, kedamaian bersifat semu dan rentan terhadap aneka konspirasi dunia, meskipun ada keinginan luhur. Mengapa semu dan rentan? Karena bersyarat dan syaratnya semata bergantung pada konspirasi dunia tadi, dengan segala sebutannya. Rahmat melampaui… Read more


