Collect moments, not things.
-

Aku Lebih Anu
Sepanjang sejarah manusia beragama, saya yakin masih ada yang memelihara keyakinan arogan bahwa agama yang datang belakangan menggantikan agama sebelumnya dalam arti yang belakangan lebih baik daripada yang pertama. Maka, nongollah penilaian bahwa agama primitif lebih jelek dari agama modern; padahal, bisa jadi agama yang datang belakangan malah bikin rusak hidup manusia. Silakan cari sendiri… Read more
-

Autentik
Konon sepasang suami istri hidup hanya berdua di rumah dan tidak pernah akur. Sang suami lebih kerap mabuk. Sang istri hanya bisa ngomel-ngomel dan memperlakukan suaminya sebagai suruhannya untuk ini itu. Entah dari mana mereka dapat biaya untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga. Pokoknya mereka sangat tidak akur sampai pada suatu momen sang istri tak tahan… Read more
-

Indeks Kebahagiaan
Saya hidup di provinsi termiskin dan teman saya yang tinggal di provinsi terkaya (duitnya dapat dari provinsi-provinsi lain wkwkwk) berkomentar: “Lha wong pemerintahmu itu gak pake’ indeks kesejahteraan; yang dipakai indeks kebahagiaan!” Mak jleb gitu rasanya (meskipun saya ya bukan orang pemerintahan): memang untuk bahagia, orang gak perlu sejahtera juga. Orang semelarat apa pun bisa… Read more
-

Setip Dosa
Dulu, ketika tinggi badan saya masih belum sampai satu setengah meter, saya pernah membayangkan bahwa setiap dosa saya sudah ditanggung oleh sosok yang namanya Yesus dari Nazareth. Saya tidak ingat lagi siapa yang bertanggung jawab atas bayangan seperti itu: ortu, guru agama, atau pastor. Sepertinya memang sayalah yang mesti bertanggung jawab, karena yang punya bayangan… Read more
-

Meraih Bintang
Anda masih ingat cerita tentang kucing yang harus diikat selama ibadat malam di suatu biara. Kalau sudah lupa, silakan lihat pada posting Kucing Anjing Kelinci. Cerita kecil itu saya pakai untuk menangkap pesan hari ini. Mungkin paralel dengan kisah itu adalah kenyataan bagaimana seorang ibu memberi makan kepada anak balitanya. Saya tidak ingat pasti, tetapi… Read more

