Tag: berjaga-jaga

  • Agama Bukan Cuma Sarana

    Agama Bukan Cuma Sarana

    Tadi malam saya mengikuti acara gathering orang-orang muda yang beberapa waktu lalu terlibat dalam perhelatan Asian Youth Day di Yogyakarta. Banyak teman muda, termasuk para relawan dari kelompok Gusdurian dan Muhammadiyah, membagikan buah refleksi mereka dalam proses penyelenggaraan acara itu. Sebagian besar teman Muslim ini mendampingi peserta AYD supaya mereka…

  • Allah kok Ditunggu

    Allah kok Ditunggu

    Ini renungan yang saya dapat dari tetangga sebelah. Penantian kedatangan Tuhan tidak pernah berarti seperti penantian kedatangan pesawat atau kereta api dengan jadwal yang kurang lebih jelas. Memang bisa jadi ada delay tetapi tetap ada referensi acuan penundaannya berapa menit, jam, hari, bulan, atau tahun. Sekali lagi, ini soal cara…

  • Jatuh Lebay

    Jatuh Lebay

    “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan secara tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” Jantung orang bisa berdetak begitu lamban sampai akhirnya berhenti. Pun halnya dengan hati orang, bisa begitu lamban karena beratnya hidup yang dijalaninya.…

  • Faith Bank

    Faith Bank

    Sementara Anda mungkin sudah bosan dengan power bank, saya belum pernah punya benda aneh itu. Mohon maklum, saya generasi adiknya Siti Nurbaya, temannya Soto Nurboyo. Saya lebih akrab dengan faith bank, kalau boleh disebut begitu. Ini renungan saja, masih lanjutan dari jaga-jaga.com kemarin: lima gadis bijak yang dikisahkan dalam perumpamaan…

  • Doa demi Babi

    Doa demi Babi

    Ini adegan berbahaya. Jangan menirunya! Selepas SMP dulu, saya masuk SMA yang memulai jenjangnya dari kelas nol dan semua muridnya harus tinggal di asrama. Nah, di asrama itu, menu andalannya adalah lauk babi goreng tanpa macam-macam tambahan entah kecap, rica-rica, atau (bantal) guling. Pokoknya hanya digoreng. Menu itu cuma muncul…

  • Cinta Kok Wajib

    Cinta Kok Wajib

    Bendahara atau administrator yang diceritakan dalam perumpamaan hari ini kiranya bukan orang yang dibayar dengan gaji tertentu untuk mengurus harta pemilik perusahaan. Ia hidup dari komisi yang diterimanya dari mekanisme hutang orang-orang kepada tuannya. Artinya, ia memang punya hak untuk memberikan pinjaman barang milik tuannya kepada orang yang membutuhkan. Ia…