Tag: kekhawatiran
-

Capek Mencinta?
Pernahkah Anda mendengar ungkapan orang yang kelelahan dalam mencinta? Seorang ibu yang lelah mencintai anak, misalnya. Saya belum pernah mendengarnya. Yang pernah saya dengar ialah seorang ibu lelah memasak, mencuci, menyeterika baju, belanja, membersihkan rumah, dan sebagainya demi anak-anaknya. Itu bisa saya mengerti [wong saya bersih-bersih kamar satu jam saja…
-

Tertawakanlah Diri Sendiri
Salah satu ketrampilan komedian ialah mengubah sisi gelap kehidupan menjadi bahan tertawaan. Dari mereka kita bisa belajar bahwa bisa jadi orang jatuh atau memulai hidupnya dengan kegelapan, tetapi tak berarti bahwa kita mesti melanjutkan peziarahan hidup dengan cara seperti itu. Orang perlu mengakui sisi gelap hidupnya. Semakin kita menyangkalnya, semakin…
-

Agama Skizofrenik
Skizofrenia biasanya diberikan sebagai atribut kepada seseorang yang memiliki disfungsi mental sedemikian rupa sehingga orang tak sungguh-sungguh connect dengan realitas konkret hidupnya. Mungkin atribut itu juga bisa disematkan pada agama (baca: pemeluk agama). Indikasinya jelas: di tempat ibadat omongannya suci-suci, melayang-layang, semuanya benar adanya; tetapi sekeluarnya dari tempat ibadat, yang…
-

Berpikir Positif? Maksudnya?
Semakin manusiawi, semakin ilahi. Begitu kata Paus Leo Agung. Memang, sulit bagi kita membayangkan sosok ilahi yang menampilkan wajah tak manusiawi. Karena itu, maklumlah orang bertanya-tanya bagaimana mungkin Allah melakukan pembiaran terhadap aneka macam kejahatan. Wajar juga kalau orang mengalami krisis iman lantaran kekacauan terus berlangsung menimpa hidupnya. Bacaan Injil…
-

Sampah “Pecinta” Alam
Setiap kali kita khawatir akan perkara-perkara duniawi, kita tak mengizinkan kekuatan Allah masuk dalam kelemahan manusiawi kita. Kekhawatiran sendiri pada umumnya membuat wawasan orang menyempit: besok mau makan apa, pakai baju apa, tinggal di mana, dan lain-lainnya. Ah, omong doang mah gampang (lha makanya, saya omongkan saja). Kalau Romo sendiri…
-

Cinta Mengurai Benang Kusut
Dalam suatu tahap hidup kita, bisa jadi identifikasi terhadap sosok Marta dalam kisah Injil hari ini lebih kuat (juga simpati terhadap anak sulung dalam perumpamaan mengenai anak hilang, Luk 15,11-32) daripada simpati terhadap sosok Maria yang ‘hanya’ duduk mendengarkan Yesus. Rasionalisasinya macam-macam: cinta lebih diwujudkan dengan perbuatan daripada kata-kata, solidaritas…