Tag: refleksi

  • Di Balik Alfabet

    Di Balik Alfabet

    Seorang rabi Yahudi, Lawrence Kushner, menulis suatu introduksi terhadap alfabet Ibrani sebagai sebuah pendekatan kerohanian kontemporer. Judul bukunya (Sefer Otiyot) The Book of Letters: A Mystical Alef-bait. Dalam uraiannya, alfabet bukan sekadar kumpulan huruf, melainkan juga simbol sejarah, filsafat, dan hidup orang-orang Yahudi. Saya kutipkan huruf pertama saja ya: alef.…

  • Intimitas

    Intimitas

    Salah satu yang mengagumkan dari saudara-saudari Muslim saya ialah mereka hafal Alquran (6000an ayat) dan bisa mengaitkan hidup mereka dengan ayat-ayat suci itu. Tentu, tidak semua begitu, tetapi saya mau memakai hafalan dan amalan Sabda Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu sebagai gambaran intimitas relasi makhluk dan Khaliknya. Orang…

  • Obat Setrong

    Obat Setrong

    Ada orang yang maunya cepat-cepat kiamat karena merasa hidupnya begitu berat. Ada yang maunya waktu berjalan lambat karena deadline semakin mendekat. Ada yang hobi mengonsumsi obat supaya bodynya tetap memikat. Ada yang menutup aurat demi mewujudkan niat jahat. Ada juga yang berniat jadi aparat untuk melompat jadi birokrat. Pokoknya manusia…

  • Re-centering

    Re-centering

    Kadang dalam penggunaan peta online, Anda perlu memilih opsi re-center untuk menempatkan perspektif yang lebih luas supaya orientasi Anda terbaca dengan baik. Hayo ngaku! Tak cukup orang diberi tahu belok kiri-kanan atau dilarang mampir ke rumah janda (dengan segala hormat kepada para janda). Orang mungkin butuh tahu arah utara-selatan atau…

  • Nothing Tulus?

    Nothing Tulus?

    Bulan lalu saya omong soal makan dalam iman. Teks bacaan hari ini mengelebatkan soal berteman dalam iman, soal relasi baru yang diprovokasi oleh guru dari Nazareth (ya sebetulnya orang lain juga ada yang menganjurkan begitu sih; ini cuma karena berangkatnya dari teks bacaan hari ini aja). Triggernya pertanyaan yang sudah jamak: Bagaimana…

  • Absensi Allah

    Absensi Allah

    Kalau sudah terbiasa makan sashimi, Anda tak perlu selalu menelan kata-kata dalam Kitab Suci secara mentah-mentah. Karena, biar bagaimanapun, Kitab Suci bukan sashimi. Mungkin ada kalanya perlu ditambahi bumbu tertentu, tapi jangan kebanyakan micin, tau sendiri akibatnya: termakan hoax. Entah bagaimana teks hari ini saya baca dengan sedikit “Ah mosok!” Yaitu ketika…