Doa Kehilangan

Saya contek tulisan grup sebelah saja ya, konon diambil dari orang yang fotonya ada di posting ini nih. Begini ceritanya. Suatu kali seorang ayah ditanya oleh anaknya. “Mengapa Ayah selalu rajin berdoa padahal keadaan ekonomi kita tetap biasa saja? Apa yang Ayah dapatkan dengan seringnya Ayah berdoa secara teratur kepada Allah?”
Si ayah menjawab,”Tidak ada yang kudapat, Nak, malah aku banyak kehilangan. Tetapi, aku akan beritahu kamu, Nak, apa saja yang hilang itu.”
Ternyata, yang hilang itu adalah kekhawatiran, kemarahan, depresi, kecewa, sakit hati, kerakusan, ketamakan, kebencian, dan kesombongan.
“Setiap kali selesai berdoa, aku selalu kembali menjadi tenang.”

Sebetulnya ceritanya selesai di situ, tetapi seperti biasa deh, disisipkanlah nasihat moral: janganlah mengukur kebaikan Allah dari apa yang kita dapat karena terkadang Allah bekerja lewat apa yang hilang dari kehidupan kita, ciyeeeeh….. Tapi sebelum sampai pada nasihat moral itu, ada juga sih pemaknaan yang mungkin baik diperhatikan: kadang kala, jawaban atas doa kita tidak selalu tentang apa yang kita peroleh, tetapi justru apa yang hilang dari kehidupan kita.

Wah, gak kuku’ deh saya untuk merenungkan kata-kata bijak itu. Akan tetapi, boleh juga kata-kata bijak itu dipakai untuk membaca teks bacaan kedua hari ini: mintalah, carilah, ketuklah, maka kamu akan mendapatkan… Jadi, tak perlu heran kalau ada yang nyinyir, barangkali terpesona oleh bacaan hari ini. Pokoknya, asal dalam kenyinyiran itu orang waspada jangan-jangan pemberian Allah itu sudah tiba lewat hal yang tak terdugai sebelumnya. Kalau tidak, orang jadi ideologis, jadi terlekat pada gagasannya sendiri dan kemungkinan besar memang Allah justru raib dari gagasan ideologis orang.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami bertekun dalam jerih payah usaha sembari menyerahkan diri kepada penyelenggaraan-Mu. Amin.


KAMIS BIASA XXVII A/1
12 Oktober 2017

Mal 3,13-18;4,1-2
Luk 11,5-13

Kamis Biasa XXVII C/2 2016: Mbok Serius
Kamis Biasa XXVII B/1 2015: Susahnya Meminta

Kamis Biasa XXVII A/2 2014: Keinginan Yang Melecehkan Kebutuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s