ES: Eh Stupid

Belum juga berlalu ingatan akan orang bodoh, lha kok hari ini ada teks yang malah mengingatkan saya pada orang bodoh itu ya. Tetangga saya dulu suka sekali menyebut inisial nama ES: Eeeeh… Stupid! Ya itu memang artinya bodoh. Cuma bedanya, orang-orang yang dipanggil stupid itu senang sekali karena…. sesama stupid mah ngapain juga mesti berantem sih gara-gara sebutan stupid! Dasar tolil!

Ketololan orang memang bisa muncul dalam situasi buntu atau frustrasi. Tak perlu berlama-lama melekatkan atribut tolol pada yang disebut ES tadi; setiap orang bisa melakukan hal yang sama; apapun status dan jabatannya. Kalau tak percaya, coba cari dalam zaman now ini orang yang logikanya rada keblinger berhubung dengan habisnya pejabat yang terkena OTT: Oalah Toliiil Tolil! Memangnya kalau pejabat habis njuk kenapa? Gak ada dari sekian ratus juta orang yang bisa jadi pejabat bersih gitu poMarakke kemropok.

Dalam bacaan hari ini kebodohan itu tecermin dalam komentar orang-orang terhadap kinerja KPK #eh pengusiran roh jahat oleh Yesus. Apa komentar mereka? “Ia mengusir setan dengan kuasa bos setan!” Ealah mas toni alias mulut ngasal waton muni! Mbok dipikir baik-baik; kalau bos setan mengusir setan, Gusti Allah ya kerjanya irit banget, gak usah repot-repot karena setan saja sudah terpecah-belah dalam gerombolannya sendiri! Dengan demikian, kalau memang Yesus bekerja sama dengan bos setan, kenapa orang-orang itu mesti sewot, sirik, keki dan kesal padanya? Wong dibantu bos setan sendiri gituloh. Ha jangan-jangan… mereka ini malah sebetulnya yang berada di pihak gerombolan setan itu ya karena tak suka setan-setan diusir.

Ya kira-kira begitulah yang terjadi juga pada zaman now. Ini tidak eksklusif untuk ES, tetapi untuk siapa saja yang demen banget memakai kerangka pecah belah, bikin ribut, asal beda, asal demo, dan sejenisnya. Dalam level yang lebih personal, barangkali bisa dikatakan bahwa perpecahan macam itu tersulut oleh kebiasaan bicara tentang orang lain (a.k.a. ngrasani) daripada bicara dengan orang lain, sebagaimana orang beriman seyogyanya lebih banya berbicara dengan Tuhan daripada bicara tentang Tuhan.

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kecenderungan untuk membuat perpecahan yang menjauhkan kami dari-Mu. Amin.


HARI JUMAT BIASA XXVII A/1
13 Oktober 2017

Yl 1,13-15;2,1-2
Luk 11,15-26

Jumat Biasa XXVII C/2 2016: Sedihnya Jadi Pastor
Jumat Biasa XXVII B/1 2015: Agama Frustrasi
Jumat Biasa XXVII A/2 2014: Dari Jongos ke Bos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s