Kue Susun Rumah Lapis

Andaikan Yesus dari Nazaret itu hidup di zaman now, akankah ia mengambil contoh gubernur yang dikenal sebagai Bapak Upah Muntah (#eh ada po) dan kemudian atribut itu ditularkan pada presidennya juga (pokoknya anak muntah diare mansur-mansur ya salah Jokowi #ya ampun buruh, no comment deh)? Apakah dia akan memakai kisah gubernur yang meminta solusi pada bawahannya untuk menata kota atau meminta PKL untuk menata pasar supaya tak bikin macet? Akankah dia acu orang yang omong ngalor ngidul soal janji DP nol untuk rumah lapisnya? Ini sama-sama cerdiknya loh dengan administrator yang dipuji dalam bacaan hari ini. 

Hmmm…. Sama-sama culas dan cerdiknya sih iya, tapi yang satu cerdik menemukan jalan keluar, yang lainnya cerdik mencari jalan untuk lari dari janjinya sendiri. Saya kira sih kalau Yesus hidup di zaman now, dia tak akan pakai kecerdikan pemimpin pilihan sekian juta umat sebagai contoh ajarannya untuk melihat peluang pertobatan atau reorientasi hidup bersama Allah. Dewasa ini, menurut penelitian, tipe leadership yang jauh lebih menjamin high performance sekaligus kebahagiaan warganya ialah pemimpin transformatif dan tak ada seorang pemimpin transformatif yang ingkar janji dan mencoba cari-cari jalan keluar untuk membebaskan diri dari janjinya sendiri. Pemimpin transformatif ini mestilah memberi inspirasi kepada orang-orang di bawahnya untuk menatap tujuan dan mencari cara mencapai tujuan itu, bukan malah meminta atau memaksa orang-orang yang dipimpinnya untuk memberinya inspirasi.

Tapi asudahlah, ini bukan blog modul leadership. Lebih baik saya bertanya pada diri sendiri: sudah secerdik administrator dalam bacaan hari inikah saya untuk menemukan jalan keluar dari kerumitan hidup dan menemukan Allah di sana; apakah saya senantiasa mencari bentuk baru dalam menawarkan kebaikan Allah atau terus berkutat dengan ideologi usang ala katak dalam tempurung; apakah saya senantiasa menemukan azas dan dasar hidup di tengah-tengah kegaduhan hidup sehari-hari, atau malah terseret arus gaduh ala figur-figur publik yang mencari panggung silat lidah yang tak tertambat pada kepentingan hidup bersama yang bermartabat?

Pahlawan zaman now saya kira adalah mereka yang menemukan jalan keluar untuk mengambil tindakan transformatif, yang cocok dengan semangat pertobatan (yaitu solidaritas seluas dunia, entah pada link ini, link yang ini, atau link ini). Selamat merenung. Saya tidur saja.


JUMAT BIASA XXXI
(Peringatan Wajib S. Leo Agung)
10 November 2017

Rm 15,14-21
Luk 16,1-8

Jumat Biasa XXXI C/2 2016: Cerdas dan Humanis
Jumat Biasa XXXI B/1 2015: Cinta Kok Wajib
Jumat Biasa XXXI A/2 2014: DPR DaPuRmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s