That’s not funny

Hati siapa yang termasuk sangat keras di dunia ini, kalau bukan yang terkeras? Saya kasih tau ya: hati Tanium D. Siapakah Tanium D? Saya gak kenal. Coba cari di Google mungkin akan dikoreksi pencariannya jadi Titanium Diboride. Ini kata Wikipedia: Titanium Diboride is an extremely hard ceramic which has excellent heat conductivity, oxidation stability and resistance to mechanical erosion. Betul, Titanium Diboride memang keramik keras yang jadi pengantar panas yang sangat baik, dengan stabilitas oksidasi dan resisten terhadap erosi mekanik. Njuk ngopo? Ha kok malah njuk ngopo, ya mending njuk ngopi dong!

Yang hatinya sangat keras ialah mereka yang merasa terganggu oleh Kebenaran tetapi lebih suka kongkalikong dengan arogansi diri, merasa diri benar, penjaga kebenaran yang tak terkalahkan, tak perlu belajar dari yang lain, tak perlu belajar melihat secara baru, dan sejenisnya. Orang-orang berhati keras begini inilah yang hendak melempari (lagi) guru dari Nazareth itu dengan batu. Cerita dari teks bacaan hari ini berbeda dari yang kemarin. Kemarin kan si guru menyelinap dan raib dari orang-orang yang mengambil batu. Hari ini mereka mengambil batu dan si guru bertanya,”Memangnya perbuatanku yang mana sih yang bikin kalian gemes mau melempari aku dengan batu? Apa ada pekerjaan baik yang bikin kalian mangkel?”

Namanya sumbu pendek, dengar pertanyaan seperti itu ya rasanya sudah kayak ditantang dan meledaklah mereka dengan argumentasi yang mungkin dipikirkan belakangan (kalau punya instrumennya),”Yang aku persoalkan kamu itu ngaku-ngaku allah, padahal kamu ya manusia!”
Lha rak tenan, malah ketahuan cupetnya orang-orang ini, tak pernah baca Kitab Suci sendiri, tak mau buka mata pada konteks hidup sekelilingnya (yang akrab dengan julukan-julukan anak allah atau bahkan allah), dan ketahuanlah itu cuma sentimen terhadap sosok guru yang menggoyang status quo yang korup dengan perisai agama.

Pernah gak sih nonton cuplikan film dokumenter tentang pemeran film Indiana Jones yang mendokumentasikan pertemuannya dengan seorang pejabat negeri ini untuk complain soal penanganan perusakan hutan dan memakai dalih ‘sabar, butuh proses’ padahal pertanyaannya “What have you done”? (Video hebohnya bisa dilihat di sini) Beda dengan jawaban pejabat negeri di ranah yang sama. 

Pe eR untuk Anda ialah menjawab pertanyaan hati mana yang keras, apa tolok ukurnya, kenapa bisa begitu, dan seterusnya. Pe eR dikumpulkan ke hati Anda masing-masing dengan harapan hatinya tak semakin mengeras dan kuping hatinya bisa mendengar jeritan minta keadilan. Ngeri deh kalau hati ini sampai menginjak-injak situs tragedi internasional untuk ber-selfie ria dengan komentar yang tak sensitifThat’s not funny…

Tuhan, mohon rahmat supaya hati kami semakin peka menangkap keadilan-Mu dan tekad kami semakin bulat untuk merealisasikannya. Amin.


HARI JUMAT PRAPASKA V
23 Maret 2018

Yer 20,10-13
Yoh 10,31-42

Posting 2017: Si Penista Agama Itu
Posting 2016: Menggambar Allah Lagi

Posting 201
5: Mulutmu Hariwowmu
Posting 2014: Kairos, Siapa Takut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s