Choosing your perfume

Cinta adalah parfum roh kudus, begitu konon kata Hélder Câmara. Akan tetapi, omong-omong soal parfum, barangkali Anda pernah dibuat mual oleh aroma parfum tertentu dan yang kadang membuat saya bertanya-tanya adalah bagaimana orang memilih parfum. Syukur kalau Anda bisa menjawabnya: apa yang kusukai atau apa yang disukai orang lain. Mungkin jawaban pertama lebih banyak, tetapi sepertinya tak cocok dengan tujuan pembuatan parfum ya. Mosok Anda semprot parfum supaya ke mana-mana Anda bisa membaui aromanya? Ini narsis ato gimana sih? Bukankah parfum Anda pakai untuk menutupi bau kecut Anda dan syukur-syukur menarik orang lain? Lha kalau Anda semprot minyak nyong nyong untuk menutupi bau kecut Anda tetapi orang lain malah serasa mau pingsan menghirup aromanya gimana?

Akan tetapi, jawaban kedua juga susah direalisasikan. Mau berapa banyak parfum yang mesti disemprotkan di tempat dan waktu tertentu? Si anak lebih suka bau kecut simboknya, si bapak pengen aroma seperti aroma tetangga sebelah, si nenek sukanya aroma pasar, temen ngerumpi sukanya aroma parfum dari kayu bakar, teman kantor suka aroma parfum seharga sekian puluh juta, dan seterusnya. Menyenangkan semua orang tentu susah karena kesenangan orang berbeda-beda. Atau, apakah ada parfum yang disukai oleh lebih banyak orang, kalau bukan semua orang?

Menurut saya ada saja, yaitu yang disebut Hélder Câmara tadi: parfum roh kudus, eaaaa. Ciyus nih.
Parfum roh kudus itu merknya cinta dan wujudnya ialah tindakan komunikatif, bukan komunikasi strategis. Yang pertama bertujuan untuk saling memahami, yang kedua untuk memanipulasi. Mari belajar dari teks yang disodorkan hari ini.

Maria mengambil minyak narwastu murni yang mahal harganya, meminyaki kaki si guru dan menyekanya dengan rambutnya. Bau minyak nyong nyong  memenuhi ruangan, tetapi tindakan Maria itu ditangkap secara berbeda oleh si guru dan muridnya. Si guru melihat rangkaian tindakan itu sebagai ungkapan ketulusan cinta. Si murid melihatnya dengan modal dusta: ha mbok duitnya untuk orang miskin saja daripada dibuang-buang begitu!

Modus membuyarkan ketulusan cinta, sudah sejak dalam pikiran orang. Maka, yang sepakat dengan modus ialah mereka yang parfumnya juga modus, bukan roh kudus. Yang parfumnya modus cuma melihat harga, ukuran efisiensi-efektivitas, logika rasio, dan sejenisnya. Yang berparfum roh kudus bisa melihat itu juga, tetapi menangkap tindakan komunikatif dan memberikan preferensi kepada komunikasi cinta itu.

Tak usah banyak cakap. Klip video 50 mami-mami di bawah ini sungguh mengharukan, dan kalau orang menangkap cinta Allah, cinta si mami-mami ini, semua yang lain ‘lewat’…. [mungkin Anda butuh Dilan untuk menontonnya]

Tuhan, kuatkanlah hati kami untuk menanggung cinta-Mu dalam budi, hati, dan tindakan kami. Amin.


HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI
26 Maret 2018

Yes 42,1-7
Yoh 12,1-11

Posting 2017: Mulut Mu-anies
Posting 2016: Merekayasa Sejarah
 

Posting 2015: Iman Punya Preferensi
Posting 2014: Honoring The Wisdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s