Oh Pengemis Cinta

Being in someone’s heart, being appreciated and esteemed for what we are deep inside (not for what we see or build), the precious being in someone’s memory, being enveloped by a tenderness that makes us forget the pain, this and only this is the full destiny of human being.

Itu bukan kata-kata saya. Kan sudah saya bilang saya sangat amat jarang berkata-kata dalam bahasa Inggris. Ini saya tambahkan lagi kata-kata yang bukan dari saya: We live our life begging for love. We live our lives in the secret hope of seeing our hearts filled with joy.

Nah, sekarang mari andaikan, ini pengandaian ya, jangan serius-serius amat, mari andaikan bahwa Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang itu punya pikiran yang sama. Bukan soal mengemis cintanya (itu sih kemanusiaan banget), melainkan soal Ia berharap semoga semua makhluk berbahagia seutuh-utuhnya dan untuk itu Ia ‘memberikan nyawa’-Nya, dan mungkin minta maaf juga kalau dengan itu pun gak cukup.

Satu-satunya problem ya itu: jalur cinta-Nya diinterupsi oleh kelambanan dan ketertutupan hati orang sendiri. Bahasa teologisnya dosa, tetapi tak perlu dosa itu buru-buru dilekatkan pada “ini ada resep dan aturannya dan orang melanggarnya”! Ini soal memotong jalur cinta tadi.

Andai saja seluruh bangsa manusia ini paham bahwa Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang tadi cuma memintanya untuk untuk membiarkan jalur cinta tadi tak putus. Ia cuma minta supaya orang membiarkan dirinya digapai cinta-Nya itu.

Susyah memang, lha kalau gampang aja ngapain orang perlu beriman!
Cinta-Nya memang rahmat, sekaligus tugas. Itulah susahnya. Orang cuma melihat cinta sebagai hadiah gratis, tak melihat dimensi kerja-kerja-kerja. Susah, karena cinta yang begitu itu mengubah orang. Lha kalau orangnya susah berubah, gimana bisa menerima hadiah gratis tadi? Ya mboh. Itu seperti mengharapkan semoga semua makhluk berbahagia aja
Itu seperti mengandaikan semua orang konsisten: kalau berharap orang lain menerima aku apa adanya, itu baru mungkin kalau aku menerima orang lain apa adanya.

If our heart will no longer burn with love, the world will die of cold. Itu berlaku kalau semesta ini dipenuhi pengemis cinta. Bisa jadi orang membantah bahwa dirinya pengemis cinta, tetapi gerak-geriknya jebulnya ya begitu. 

Tuhan, bukalah hati kami supaya kami pun dapat masuk ke dalamnya. Amin.


KAMIS PASKA V
3 Mei 2017

Kis 15,7-21
Yoh 15,9-11

Posting 2017: Wajah Baru Allah
Posting 2016: Panama Pampers

Posting 2015: I’m Happy ‘Full’

Posting 2014: Konservatif – Liberal: Creative Fidelity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s