One in a million (wo)men

Dalam minggu ini kebanyakan posting di blog ini memuat kata ‘cinta’ dan akhirnya tiba waktunya untuk memunculkan kata ‘benci’. Anda boleh merasa benci pada kalajengking yang racunnya saja mahal sekali harganya; Anda juga boleh merasa benci dengan atribut halal yang dilekatkan pada kulkas; Anda bahkan boleh merasa benci pada presiden yang kok ternyata bersih dari korupsi dan hidupnya sederhana.

Pokoknya, tak ada institusi manapun yang secara sah bisa melarang orang untuk merasa, karena perasaan memang adalah salah satu conditionings yang dibentuk dari luar. Anda tak perlu berpikir bahwa cara Anda merasa itu adalah sungguh-sungguh memang cara Anda, bisa jadi itu cara orang lain merasa yang Anda bawa sejak kecil. Nyatanya, ada orang yang berhadapan dengan orang berbeda ya merasa baik-baik saja, tetapi ada orang yang begitu melihat orang beda agama darinya saja sudah sedemikian sewot. Tapi ya gak apa toh, namanya juga conditionings. Kalau Anda tak mengerti hal ini, cobalah membaca halaman Psikologi Campur Aduk, mungkin Anda jadi semakin tidak mengerti.

Teks bacaan hari ini memberi peringatan yang bunyinya begini: Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu. Aku di situ maksudnya Tuhan, dan kita tak perlu berdebat soal apa atau siapa itu Tuhan. ‘Membenci’ di situ bukan lagi soal perasaan, melainkan sudah sampai pada intimidasi, persekusi, kekerasan, entah mental atau fisik (bdk. ia yang menulis ‘bunuh Sultan’; entah ini orang dari mana, mestinya bukan orang Yogyes).

Pokoknya, orang beriman itu mengerti kalau ia dibenci karena imannya, pembencinya sudah terlebih dulu membenci pribadi yang diimani orang beriman itu tadi. Jadi, andaikanlah, ini pengandaian saja ya, andaikanlah Anda itu sungguh-sungguh orang beriman, apapun agama Anda, dan Anda diteror orang yang membenci Anda karena iman Anda itu, Anda boleh saja merasa benci, tak senang, jengkel, kemropok, dan sebagainya, tetapi perasaan itu tak bisa Anda salurkan dengan tindakan emosional yang melawan moral. 

Kalau perasaan itu Anda ungkapkan dengan makian kepada si pembenci Anda, apa bedanya Anda dari yang membenci Anda itu, bukan?
Jadi kalau makian itu disampaikan di medsos, gapapa ya, Rom? Lha ya sumonggo bagaimana mau Anda tafsirkan. Yang penting mah mawas diri apakah orang sungguh-sungguh jadi umat beriman: sungguhkah beragama, sungguhkah beriman, sungguhkah percaya kepada Tuhan, dan seterusnya.

Semoga Tuhan memberi orang beriman one in a million (wo)men could change the way they feelJanjane ya sudah memberi sih: Buddha, Yesus, Muhammad, Mother Teresa, dan masih banyak lagi.

Ya Tuhan, semoga kami dapat menjadi one in a million (wo)men. Amin.


SABTU PASKA V
5 Mei 2018

Kis 16,1-10
Yoh 15,18-21

Posting 2017: Bangkit Dong
Posting 2016: Kaku-kaku Lemes

Posting 2015: Dunia Setuju Hukuman Mati

Posting 2014: Spiritual Being Having Human Experience

2 replies

  1. Halo Romo Setyawan
    Skedar komen tentang membenci,, tak sengaja saya buka y.tube dn ada kesaksian kisah nyata… seorang pemuka agama yg di bacok kepalanya saat mimpin suatu ibadah, saat sang pembacok mendekat ke dia, dia tak takut dan dapat menguasai dirinya dan setelah di bacok pun dia juga nggak membenci si pembacok, malah seolah menggangap si pembacok nggak tahu sebenarnya apa yg dia lakukan, setelah beberapa hari dari kejadian dia datang ke kantor polisi dan memaafkan si pembacok.. tidak ada “MERASA BENCI” padanya.. hehhehe.. saya mengerti apa yg ada di benaknya dan mengapa dia tidak membenci…. berkah dalem Romo.. ((walaupun sya yakin umur saya lebih muda beberapa tahun dari Romo tapi nggak papa kog nyebut saya OM… hehehehhehe))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s