Incumbent Menang

Meskipun kemenangan Perancis atas Kroasia bagi saya tidak menggembirakan atau menyedihkan, tetapi permainannya mengecewakan saya karena saya berharap tim itu akan bermain seperti ketika melawan Argentina. Begitulah nasib pemelihara harapan palsu: kecewa. Akan tetapi, menarik juga bahwa pertandingan itu dipakai untuk meramalkan pilpres 2019, yaitu bahwa dengan kemenangan Perancis, berarti incumbent menang juga. Sebelumnya juga ada yang terang-terangan mendukung Kroasia sebagai representasi tekad perubahan politik di Indonesia. Tentu Anda tahu bahwa ini takhayul. Pun kalau incumbent menang pilpres 2019, itu bukan karena Perancis menang Piala Dunia 2018. Tapi ya begitulah, pemanasan sudah dimulai. Apa saja bisa jadi panas karena politikus kompor, eaaaaaa.

Sudah diuraikan suatu adegan panas dalam blog ini dan masih melanjutkan catatan kemarin barangkali memang bisa dikatakan bahwa kehadiran Tuhan itu adalah nyala api hidup ciptaan-Nya. Persahabatan dengan-Nya itu bisa begitu membakar, menghanguskan. Iman kepercayaan bukanlah pilihan meyakinkan yang bisa memastikan dugaan orang, melainkan api yang memanaskan orang dan mengembangkannya seturut persahabatan-Nya dengan Tuhan tadi. Itulah Roh yang sesungguhnya, Roh yang dapat membakar hati orang dengan cinta-Nya (bukan cintanya sendiri yang bisa jadi sangat korup). Nyala apa cinta yang begini ini mendorong orang untuk tidak melakukan kompromi yang tak berguna dan ini sudah dengan sendirinya akan membuat panas mereka yang berusaha mengulur-ulur waktu supaya tak perlu bekerja, tak perlu ‘memanggul salib’, tinggal mainkan uang dan kelak kipas-kipas menuai hasilnya.

Apakah Anda percaya incumbent menang? Sekarang sih tidak, entah tahun depan. Bagi saya, kepercayaan macam itu cuma omong kosong, atau lucu-lucuan saja seperti horoskop, yang justru bisa jadi senjata untuk membius incumbent, sementara pemakai senjatanya itu diam-diam melakukan serangan fajar untuk meruntuhkan ramalannya sendiri. Maka, mohon cermati supaya Anda tidak bepergian ke luar negeri pada saat liburan pemilu tahun depan, begitu pesan yang saya terima: satu suara akan sangat berarti bagi incumbent. Loh kok jadi kampanya politik gini Mo? Oh iya ya, padahal saya gak dibayar je….

Pokoknya, kalau orang percaya akan Roh, ia tak pernah terpaku pada aneka ramalan incumbent menang atau kalah, tetapi senantiasa bekerja mengikuti gerak Roh yang panas tadi, yang bisa bikin gègèr karena mengondisikan orang untuk menjatuhkan pilihan konkret untuk mengarahkan hidupnya pada Kabar Gembira. Kabar Gembira bukan bahwa Perancis menang (dan pendukungnya malah rusuh) atau incumbent menang, melainkan bahwa orang semakin merdeka untuk mengungkapkan dirinya secara autentik. Dari dinding medsos saya temukan beberapa peristiwa kecil yang menunjukkan bahwa orang tidak takut pada nama atau orang besar dan dengan tegas menyatakan apa adanya yang dirasakannya, yang dipikirkannya, yang diidealkannya. Konflik? Tentu saja, dan dari situlah kelihatan di mana roh baiknya, yang menyala-nyala mengobarkan benih kebenaran dari hatinya.

Tuhan, mohon rahmat keberanian untuk melawan roh yang korup terhadap cinta-Mu, juga kalau ia bercokol dalam diri kami sendiri. Amin.


SENIN BIASA XV B/2
16 Juli 2018

Yes 1,11-17
Mat 10,34-11,1

Senin Biasa XV A/1 2017: Meributkan Atribut
Senin Biasa XV C/2 2016: Panggilan Gentho
Senin Biasa XV B/1
2015: Perbesar Tempurungnya!
Senin Biasa XV A/2 2014: Agama Konyol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s