Senggol Mang

Sudah pernah saya tegaskan dengan buku tebal bahwa kalau orang sungguh sedang berurusan dengan cinta sejati, hidupnya bukan semakin terperosok pada tribalisme, melainkan terarah pada nilai universal. Cinta sejati itu tidak membatasi, mengungkung, memicikkan orang, tetapi justru memperluas horison atau cakrawala hidupnya. Perluasan cakrawala itu dalam teks bacaan hari ini bisa dimengerti juga dari imaji malaikat turun naik kepada Anak Manusia. Siapakah Anak Manusia itu? Siapa lagi kalau bukan dia yang hidupnya diletakkan dalam dimensi atas-bawah yaitu Allah-manusia?

Itu tak perlu direduksi pada sosok Guru dari Nazareth. Lha katanya tadi cinta sejati tak membatasi, mosok malah mau membatasinya pada sosok Guru dari Nazareth? Teks bacaan kedua hari ini adalah bagian dari narasi panggilan para murid dari si Guru dari Nazareth itu dan panggilan itu tidak mak cling sekali jadi dua belas orang ditunyuk dari kerumunan orang banyak. Ada peran getok tular, comblang untuk lingkaran pertemanan mereka. Dalam teks ini cuma disebut Filipus yang mengintroduksi Guru dari Nazareth kepada Natanael, sebagaimana Andreas memperkenalkannya kepada Simon.

Begitulah, gerak turun-naik para malaikat itu juga berarti gerak kiri-kanan depan-belakang demi terkoneksinya dimensi sakral dan profan. Koneksi ini, kalau sungguh campur tangan cinta sejati, bukan koneksi yang membuat orang semakin sempit, melainkan koneksi yang semakin memperluas cakrawala hidup orang bahwa yang profan ini, yang kemarin dibilang sia-sia dan silih berganti datangnya itu, juga sekaligus terjangkau oleh yang sakral. Apakah itu terjadi atau tidak, bergantung pada orang-orangnya apakah mau menjalankan peran malaikat Allah.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami dapat menjadi malaikat-malaikat-Mu. Amin.


PESTA S. MIKAEL, GABRIEL, dan RAFAEL (Malaikat Agung)
(Sabtu Biasa XXV B/2)
29 September 2018

Dan 7,9-20.13-14
Yoh 1,47-51

Posting 2017: Go and Blind
Posting 2016: After Sale Service

Posting 2015: Malaikat Kurang Kerjaan

Posting 2014: Zaman Modern Gini Masih Percaya Malaikat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s