Land Coffee

Kemarin saya lihat pada bokong truk tertulis kalimat berbahasa Inggris: Still beautiful my wife. Masih cantiklah istriku, begitu saya bacanya karena saya andaikan itu adalah kalimat inversi dengan pelesapan predikat (is). Akan tetapi, saya baru menyadari kelucuannya ketika adik saya membacanya dengan nuansa bahasa Jawa: isih ayu(an) bojoku [masih cantikan istriku] sebagai kalimat komparatif. Ya ampun bokong truk!

Karena itulah muncul dalam benak saya untuk memberi label tema hari ini dengan kata kopi darat. Dalam tradisi Gereja Timur, pesta hari ini disebut sebagai pesta perjumpaan. Bisa dimengerti karena teks yang dipakai adalah teks yang mempertemukan Simeon dan bayi Yesus. Dengar-dengar dari ahli, perjumpaan itu mengandaikan syarat: yang terlibat di dalamnya mesti punya dua disposisi, yaitu sebagai tuan rumah dan sebagai tamu. Sebagai tuan rumah dia adalah pihak yang mengundang, sebagai tamu dia adalah pihak yang menerima undangan.

Dalam diri Simeon dan bayi Yesus memang tidak bisa dikatakan Simeon sebagai tuan rumah dan bayi Yesus sebagai tamu, atau sebaliknya. Keduanya berperan sebagai tuan rumah sekaligus tamu. Kalau tidak ada salah satu disposisi itu, perjumpaan tidak terjadi. Tentu saja, semua orang membutuhkan perjumpaan karena dalam perjumpaan itu setiap pihak akan saling meminjam kualitas hidup pasangan perjumpaannya sehingga dia sendiri dapat merealisasikan kualitas hidup sejati. No man is an island.

Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa semua orang bisa dan harus mengalami perjumpaan dengan semua orang lainnya. Perjumpaan yang seperti itu hanya mungkin terjadi melalui representasi (untuk menghindari kata ontologi): apa yang kamu perbuat terhadap salah satu yang hina ini, kamu perbuat untukku. Itu yang dikatakan bayi Yesus setelah ia jadi Guru dari Nazareth. Perjumpaan dengan mereka yang rentan atau rapuh memungkinkan orang mengalami kemanusiaan yang utuh, sejauh memang orang yang rentan menyadari kerentanannya sekaligus martabatnya sebagai pribadi manusia.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami mampu menjadi tuan rumah sekaligus tamu bagi-Mu melalui sesama. Amin.


HARI KELIMA OKTAF NATAL
Sabtu, 29 Desember 2018

1Yoh 2,3-11
Luk 2,22-35

Posting 2017: Generasi Now
Posting 2016: Antara Angan dan Harapan

Posting 2015: The Art of Waiting

Posting 2014: Kere Munggah Bale

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s