Puasa Kuasa

Segera setelah debat capres tadi malam beredar aneka macam meme seturut tendensi pembuatnya. Barangkali memang itulah hal yang menarik untuk dinantikan dari debat capres, lebih dari debatnya sendiri, yang dalam benak saya memang belum bisa dikategorikan sebagai debat. Ini juga terkonfirmasi oleh adanya dukungan salah satu peserta debat kepada lawannya. Akan tetapi, juga kalau yang terjadi sungguh debat, yang petahana mempertahankan strateginya dan penantangnya menguliti strategi itu, saya tetap dalam keyakinan saya: Jokowi bolehlah menguasai bahan, tetapi Prabowo menguasai lahan😂. Jadi, hambok mau menang 6-0 atau berapa pun, kemenangan debat tidak mencerminkan penguasaan lahan.

Kata ‘kuasa’ itu yang semalam bikin saya mak dheg. Saya teringat suatu posting lima tahun lalu, Wawancara BBC dengan Prabowo ketika beliau melontarkan klausa “Kalau saya berkuasa…”
Wow, jadi pilpres ini soal kekuasaan ya, dan tak akan saya lupakan bahwa power tends to corrupt. Lama-lama saya berpikir, Prabowo ini bisa jadi orang baik, cuma mereka yang mengelilinginya itu memupuk keyakinannya demi kekuasaan yang harus mereka rebut. Ini sangat njomplang dengan concern yang dipupuk Jokowi, yang disebut overclaim karena pernyataannya soal tak ada lagi kebakaran hutan (yang saya tangkap adalah kebakaran hutan seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi sampai mengganggu negara tetangga): ia ingin memajukan bangsa ini secara berani. Sejauh saya cermati wacananya, ia tak membawa-bawa paradigma kekuasaan sebagai kendaraan pribadinya.

Paradigma kekuasaan bisa dibawa tidak hanya oleh capres, tetapi juga oleh Kain dalam teks bacaan pertama hari ini, yang membunuh adiknya, Habel, karena ia tak sanggup menata alias menguasai godaan yang dihadapinya. Apa godaannya? Ya untuk berkuasa itu sehingga ia sampai membunuh adiknya sendiri. Paradigma kekuasaan ini dalam teks bacaan kedua dicirikan oleh kaum Farisi, yang hendak mencobai Guru dari Nazareth dengan meminta tanda. Cerdiknya, Guru dari Nazareth ini memilih untuk meninggalkan orang dengan paradigma kekuasaan itu tanpa memberikan tanda seperti mereka minta. Saya kira Guru ini mengerti bahwa tak ada satu tanda pun yang diterima oleh orang berparadigma kekuasaan karena bagi mereka kekuasaan jauh lebih penting daripada apa yang semestinya diabdi oleh kekuasaan itu. Tak mengherankan, dari orang berparadigma kekuasaan ini, muncul klaim bahwa ia lebih baik daripada pihak lain, termasuk asing, dalam mengelola lahan milik negara.

Asudahlah, saya tetap yakin kemenangan debat tak mencerminkan penguasaan lahan, apalagi kalau lahan ini menyangkut ideologi. Meskipun demikian, saya tetap berharap semoga bangsa ini semakin menangkap tanda-tanda paradigma kekuasaan yang justru mengantar pada kebinasaan. Saya tetap yakin, pilihan seseorang adalah representasi karakternya sendiri. Orang tulus tak memilih karakter penggemar hoaks. Orang rendah hati pun tak mengadopsi retorika normatif. Orang lembut hati tak memilih karakter kekerasan. Btw, sejujurnya saya terharu melihat Prabowo mendukung Jokowi dalam debat. Artinya, di kedalaman hatinya ada benih ketulusan dan kerendahhatian. Tambahan lainnya, IMHO, bisa jadi adalah kebusukan dari orang-orang yang mengelilinginya (saat Jokowi absen), yang sudah tak kuat berpuasa kuasa.

Tuhan, mohon rahmat untuk menangkap tanda-tanda keselamatan dan menghindari tanda-tanda kebinasaan. Amin.


SENIN BIASA VI C/1
18 Februari 2019

Kej 4,1-15.25
Mrk 8,11-13

Posting Tahun B/2 2018: Godaan Yang Membahagiakan
Posting Tahun A/1 2017: Konstitusional Sih, Tapi..

Posting Tahun B/1 2015: Iri Hati Gak Boleh…Katanya
Posting Tahun A/2 2014: Basic Attitude toward Conversion 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s