Doa’in Dong

Salah satu hoaks yang mengejutkan saya di lingkungan Gereja Katolik adalah English subtitle dalam potongan video Pope Francis’ Message on Christian Unity to Pentecostal Conference. Ini adalah rekaman video yang disampaikan kepada umat Gereja Protestan yang isinya sangat positif: dia mengakui suatu ‘kecelakaan sejarah’ sehingga umat (bisa dibaca: umat beragama mana pun) mengalami keterpecahan karena perbedaan-perbedaan yang ada (sebagaimana bisa terjadi dalam hidup berkeluarga dengan aneka karakter anak), tetapi mesti tiba saatnya bagi semua saja untuk menyadari bahwa mereka semua disatukan oleh iman yang sama. Nah, celakanya, bahkan klausa “disatukan oleh iman yang sama” itu saja sudah multitafsir.

Dalam komentar terhadap video Paus Fransiskus itu bisa dilihat adanya orang yang di kepalanya tertanam paradigma “akhir zaman” atau “kiamat” dan menurutnya apa yang dilakukan oleh Paus Fransiskus dan Gereja Katolik sekarang ini adalah sesat [persis karena mau membuka diri kepada semakin banyak orang] dan karenanya akhir zaman segera tiba. [Nota bene, wacana akhir zaman segera tiba itu sudah ada sejak Guru dari Nazareth hidup. Jebulnya, sudah dua ribuan tahun, dan akhir zaman itu cuma berlaku untuk sebagian orang.] Supaya selamat, orang mesti kembali pada Kitab Suci untuk mengerti bahwa Yesus adalah Mesias, seperti disodorkan dalam teks bacaan hari ini, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan seterusnya. Orang lupa bahwa “Yesus adalah Mesias” atau “Yesus adalah Tuhan” itu juga multitafsir. Juga dalam bagian Kitab Suci lainnya ditunjukkan bagaimana Yesus sendiri punya catatan terhadap atribut yang dilekatkan kepadanya itu. Masuk akal juga bahwa atribut seperti itu ditangkap secara berbeda oleh orang zaman now, bukan?

Dari situ juga muncul hoaks yang mengejutkan saya. Video berbahasa Italia itu diberi terjemahan Inggris, tetapi isinya benar-benar ngawur dan mendiskreditkan Paus Fransiskus maupun Gereja Katolik. Saya tahu bahasa Italia dan saya bisa pastikan bahwa terjemahan yang benar adalah terjemahan di situs yang saya rujuk itu. Kalau ini Anda anggap sebagai upaya saya untuk bela Paus atau bela Katolik, lagi-lagi You Miss the Point, Bro’. Saya mau membela kewarasan berpikir, yang diobok-obok oleh kelompok ekstremis, yang dalam beberapa posting terakhir saya beri label sebagai penggemar kerumunan yang bereuni dengan kegelapan.

Apakah ini urusannya dengan agama Katolik dengan Paus Fransiskusnya? Tidak. Kewarasan berpikir tidak tersekat oleh agama. Marilah berdoa untuk mereka yang mengemban tugas besar, tidak hanya Jokowi dan Paus Fransiskus, supaya senantiasa mengandalkan kekuatan Allah sendiri. Semoga kewarasan berpikir lebih meluas daripada spiritualitas kerumunan yang bereuni dengan kegelapan, yang dibutakan oleh kepentingan politik agama.
Ini saya sungguhan mengajak Anda untuk berdoa bagi mereka semua. Semoga semua makhluk berbahagia. Amin.


PESTA TAKHTA S. PETRUS
Jumat Biasa VI C/1
22 Februari 2019

1Ptr 5, 1-4
Mat 16,13-19

Posting Tahun 2018: Pemimpin Siluman
Posting Tahun 2017: Pak Teguh

Posting Tahun 2016: Roma Locuta,
Causa Finita! 
Posting Tahun 2014: Papa Francesco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s