Godaan Jatuh

Di grup whatsapp saya muncul laporan mengenai Paus Fransiskus yang menyetujui perubuhan rumusan doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris. Katanya, tadinya ‘jangan masukkan kami ke dalam pencobaan’ berubah jadi ‘jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan’. Meskipun demikian, saya tak tahu apakah memang Paus Fransiskus mengurusi soal seperti itu. Bisa jadi urusan seperti itu dipasrahkan pada kebijakan uskup-uskup setempat.

Akan tetapi, saya bisa menangkap poin yang dimaksud dalam wacana itu: Allah bukan sosok yang hobi menggoda atau mencobai orang [apa untungnya juga nggodain orang]. Yang suka menggoda adalah mereka yang punya kepentingan untuk melawan kekuatan Allah itu, dan salah satu godaan besar terhadap umat beriman ialah untuk kabur dari dunia yang ada ini dan ngotot  membangun dunia baru seturut pikiran cupetnya sendiri: yang lain sesat, salah, harus dibasmi. Tentu saja, klaimnya ialah dunia baru itu sesuai dengan gambaran Kitab Suci atau petunjuk Allah, tetapi itu hanyalah klaim, karena Allah bukan juga the punisher yang menghabisi apa saja yang dianggap sesat.

Sekurang-kurangnya, Guru dari Nazareth menyodorkan usulan yang lebih manusiawi: orang beriman diminta untuk tetap tinggal di dunia kekinian, dan bukannya kabur untuk mencari selamat sendiri. Sementara itu, Bonifasius, yang diperingati Gereja Katolik hari ini, menjalani hidup yang menjadi transporter: mengusung hidup yang mengantarkan nilai transenden ke dalam hidup imanen. Maksudnya, apa yang dipandang baik dan belum konkret itu dijadikan konkret dalam hidup sehari-hari.

Kiranya, itu pula yang tetap dihidupi oleh orang beriman yang telah sampai pada hari kemenangan: hidup kembali dalam kenyataan dengan semangat yang sudah ditempa selama satu bulan untuk mengatasi aneka godaan.
Tuhan, mohon rahmat supaya kami tidak jatuh dalam aneka godaan yang menjauhkan kami dari-Mu
. Amin.


RABU PASKA VII
Hari Raya Idul Fitri
Peringatan Wajib S. Bonifasius
5 Juni 2019

Kis 20,28-38
Yoh 17,11b-19

Posting 2018: Teroris Tetot
Posting 2016: Cagar Buaya

Posting 2015: Terlibat, Tidak Regresif, Tidak Agresif

Posting 2014: The Spirit, He Knows Better…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s