Ya Demo Lagi Deh

Kemarin kan ceritanya ada aksi damai di berbagai kota ya, terus saya dapat kiriman video berikut ini nih:


Saya tak berkepentingan memeriksa keaslian video itu, tetapi bisa dipastikan kejadiannya bukan di kota tempat tinggal saya; kasian metro mininya kalau mesti ke kota saya tinggal. Versi komplet video itu ada pada tautan ini. Bukan demo kemarin tentunya. 
Poin saya cuma untuk menegaskan apa yang saya sodorkan kemarin: mobilisasi massa dalam kurun waktu singkat di berbagai tempat itu sulit diterima sebagai gerakan moral mahasiswa. Ini tak lebih dari soal tunggang-tunggangan, dan alasan mulia pun pasti bisa ditunggangi kepentingan culas.

Dari klip video itu jelas kelihatan bahwa yang menyatukan sebagian pendemo itu adalah uang makan atau barangkali juga nasi bungkus. Kalau sindikat ini dibongkar, apa kiranya yang akan disuarakan kemudian? Tentu saja rezim anti demokrasilah😂😂😂. Begitulah pola roh jahat dengan kedok agama sekalipun: maling teriak maling, bahkan maling meneriakkan ‘maling teriak maling’. Roh jahat bisa mengambil rupa roh baik. Begitulah dalilnya. Maka, orang beriman, juga dalam bernegara, mesti waspada terhadap dalil itu supaya tidak naif berkoar-koar tidak pada tempat dan waktunya. [Bubarkan DPR dan turunkan Presiden itu suara 1998, beda banget keadaannya dengan 2019 ya.]

Salah satu bentuk kewaspadaan itu dinarasikan dalam teks bacaan hari ini. Singkat saja teksnya: yang disebut sahabat Guru dari Nazareth, sahabat Nabi, ialah mereka yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Ini bukan genetika biologis, melainkan genetika teologis. Nah, tentu saja ini bikin runyam karena secara teologis setiap orang bisa berbeda-beda pandangannya. Betul, tetapi yang berbeda adalah pandangan ideologisnya mengenai konsep teologi. Kalau setiap orang beriman masuk ke dalam substansinya, mereka akan bertemu dalam sebuah ranah yang tak lagi memperhitungkan perbedaan, bahkan yang biologis sifatnya; mereka masuk ke dalam ranah kemanusiaan.

Kemarin beredar cuitan yang mengomentari penarikan dukungan terhadap #GejayanMemanggil dan cuitan itu berisi cacian dengan memakai sentimen agama dan ras. Ini pertanda jelas bahwa hashtag itu sendiri tersusupi kepentingan durhaka. Gerakan moral mahasiswa, sejauh saya hidupi di tahun 1998, tak pernah merupakan suatu paksaan, apalagi sampai menggunakan kekerasan verbal yang rasis dan bawa-bawa agama segala. Saya kira, sebagai gerakan moral mahasiswa, dukungan pantas diberikan. Tetapi kalau sifat koersif gerakan itu muncul dari ikatan ras, agama, apalagi duit, mahasiswa perlu belajar untuk menjauhkan diri darinya, supaya kemanusiaan tak ternodai oleh penunggang-penunggang gelap berkedok terang itu.

Meskipun konon Presiden sudah meminta penundaan pengesahan RUU bermasalah, dari kejauhan saya melambungkan harapan supaya pressure yang diberikan mahasiswa benar-benar tepat sasaran, sebagai kesetiaan terhadap agenda reformasi, bukan semata membesarkan gelombang penolakan terhadap presiden terpilih, yang mesti punya seribu satu kesulitan untuk memberantas mafia korupsi. Menurut ilmu terawang saya, yang perlu ditekan adalah lembaga wakil rakyat, yang sejak awal reformasi belum menunjukkan kinerja yang ciamik, bukan malah presidennya, yang dalam keterbatasan dan kelemahannya masih bisa berbuat sesuatu.

Tuhan, mohon rahmat kebijaksanaan supaya spiritualitas gerakan kami sungguh terarah semata pada kehidupan manusiawi yang adil dan beradab seturut kehendak-Mu. Amin.


SELASA BIASA XXV C/1
24 September 2019

Ezr 6,7-8.12b.14-20
Luk 8,19-21

Selasa Biasa XXV B/2 2018: Susahnya Hidup
Selasa Biasa XXV A/1 2017: Dolanan Kitab Suci
Selasa Biasa XXV C/2 2016: Lingkaran Syaiton
 
Selasa Biasa XXV B/1 2015: Masalah Keluarga Yesus 
Selasa Biasa XXV A/2 2014: Otak dalam Cinta?

3 replies

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s