Interogasi

Contoh kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati diberikan Guru dari Nazareth sendiri ketika dia diinterogasi oleh otoritas keagamaan Yahudi. Sang Guru baru saja ‘mengobrak-abrik’ kompleks Bait Allah yang rupanya dipakai orang untuk berkolusi dalam bisnis berbau religius itu. Interogasi dilakukan karena, biar bagaimanapun, pemegang otoritas keagamaan itu memang punya andil dalam pelaksanaan bisnis religi di kompleks Bait Allah. Guru dari Nazareth bukan orang pemerintahan, bukan pula anggota kelompok pemuka agama, tapi kok bisa-bisanya mengambil tindakan yang kontroversial di kompleks Bait Allah. Siapa yang memberi kewenangan untuk itu?

Jelas kelihatan bukan apa yang dipersoalkan otoritas keagamaan itu? Bukan substansi persoalan, bukan motif apa yang mendorong Guru dari Nazareth bersih-bersih kompleks Bait Allah, melainkan perkara kekuasaan! Orang-orang yang menduduki posisi dalam struktur agama ini sangat sensitif dengan kekuasaan dan mereka hendak mengontrol semua saja dalam hidup keagamaan. Karena tergila-gila pada otoritas bin kekuasaan itu, mereka terjauhkan dari kebenaran, bahkan meskipun interogasi mereka seolah-olah hendak bertujuan mencari kebenaran.

Guru dari Nazareth menghadapi interogasi itu dengan ketulusan tetapi juga dengan kecerdikan, alih-alih secara naif menjawab begitu saja apa yang mereka tanyakan. Sebagai pribadi yang merdeka, ia tidak kehilangan akal sehatnya. Mereka yang menginterogasinya punya perspektif pemahaman tertentu dan jika jawaban diberikan di luar perspektif itu, mestinya mereka tidak paham juga jawabannya.

Alhasil, bergeserlah referensi jawaban pada Yohanes Pembaptis yang juga dikenal oleh para pemuka agama itu. Seturut pemahaman mereka, dari mana datangnya otoritas Yohanes untuk membaptis orang banyak itu?
Karena pemuka agama ini cuma punya perspektif kekuasaan, tanpa ketulusan untuk mengakui bahwa Allah juga bekerja dalam diri orang di luar kekuasaan yang mereka duduki, mereka tidak dapat menjawabnya. Tepatnya, mereka tidak mau menjawabnya secara tulus karena mereka pikir itu akan menggoyahkan otoritas mereka sendiri.
Akan tetapi, sama saja, yang keluar dari mulut mereka adalah kebohongan,”Kami tidak tahu.”

Anda mungkin tahu bahwa korps kepolisian melontarkan fitnah bahwa anggota laskar noise membawa senjata (karena sudah ditegaskan oleh pengurus laskar bahwa anggotanya terlatih dengan tangan kosong dan tak dibekali senjata); saya tidak tahu, dan sangat berharap hari-hari ini korps kepolisian menunjukkan ketulusan dan kecerdikannya, sehingga saya tahu siapa sebetulnya yang “maling berteriak maling”.

Tuhan, mohon rahmat ketulusan dan kecerdikan untuk melihat bagaimana Engkau bekerja dalam hidup kami. Amin.


SENIN ADVEN III
Pw S. Yohanes dr Salib
14 Desember 2020

Bil 24,2-7.15-17a
Mat 21,23-27

Posting 2019: Konsistensi
Posting 2016: Mau Roti Gratis?

Posting 2015: Religious Lag

Posting 2014: Ketika Modus Jadi Bumerang

1 reply

  1. Brgkl kasus Yesus dari Nazareth, adh repetisi lagu lama, pengulangan politik identitas berbasis agama, penegakan hukum yg dipolitisasi, dimana demokrasi hrs berkompromi dg pihak yg korup, pihak yg tdk toleran, pihak yg dg sedikit komitmen, dlsbgnya, shg menimbulkn chaos tanpa akhir. Semua campur aduk, tumpang tindih dg kepentingan entah apa dn siapa. Dan parodinya, mns tdk pernah belajar dn kdg malahan mengambil kualitas bunglon. Jd ingat Voldemort #Harry Potter# Voldemort memandang cinta dn memahami dg menerima cinta, ia menerima kematian – kebenaran mendasar yg tdk ingin ia terima. Buktinya Yesus Kristus toh mati demi cinta. Wl Yesus Kristus kmd bangkit, Cinta yg mengalahkan kematian. Utk memahami makna kehidupan, brgkl mmg hrs memahami bhw waktu kita di bumi dibatasi nasib kefanaan, dn darinya brgkl kt jd lebih mawas diri mengambil pilihan dn tindakan.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s