Tidak semua pekerjaan yang Anda dan saya lakukan adalah pekerjaan Allah, jadi tidaklah fair menyalahkan Allah atas bencana yang menimpa kita. Bencana itu sendiri muncul sebagai label atas hal yang kita tidak inginkan, njuk apa semua hal di dunia ini mesti disesuaikan dengan keinginan mbilung Anda dan saya?
Selama setengah hari kemarin, jaringan internet di rumah tinggal saya mati tetapi belum sempat dikubur sudah bangkit lagi. Saya tidak di rumah dan chef rumah kami mengirimkan foto kondisi router dan saya beritahu dia supaya cek tombol power atau slot dari adaptor. Intinya, saya bilang, pengendalian diri: router itu tak mendapat daya listrik. Jadi, perlu dicek sambungan kabel dari router ke sumber daya listrik. Sekitar setengah jam kemudian saya mendapat foto sambungan kabel listrik ke router, yang sebelumnya gosong. Saya tidak bisa mengklaim bahwa saya memperbaiki jaringan internet rumah, tetapi chef saya pun tidak bisa mengklaim bahwa dialah yang membangkitkan jaringan internet.
Saya tidak hendak ribet dengan klaim-klaiman itu, tetapi memberikan contoh kepada Anda bagaimana teks bacaan utama hari ini menggambarkan relasi Yesus dengan Bapanya: yang dia kerjakan adalah yang dikerjakan Allah. Sekali lagi, itu tidak hendak mengatakan bahwa dia Allah, melainkan bahwa dia beneran melakukan pekerjaan Allah, dengan segala konsekuensinya. Tak mengherankan, dia meminta murid-muridnya supaya percaya saja pada Allah dan padanya, sekurang-kurangnya pada pekerjaannya.
Semakin orang mengenali hal ini, semakin orang mengenal pribadi ini, semakin orang melihat jalan dan sekaligus tujuan hidupnya. Masalah besarnya ialah bahwa orang terburu-buru mengklaim bahwa mereka sudah tahu, sudah kenal, sudah mengerti pribadi yang satu ini. Setelah itu, orang-orang macam begini tanpa malu juga bisa mengklaim bahwa mereka menjalankan missio Dei, misi yang diberikan Allah. Pada kenyataannya, yang mereka lakukan bisa jadi persis yang dikritik Yesus sendiri.
Semoga Anda dan saya diberi rahmat kebijaksanaan untuk semakin mengenal Allah yang senantiasa bekerja secara kolaboratif dengan siapa saja yang berkehendak baik. Amin.
SABTU PASKA IV
17 Mei 2025
Posting 2020: Like Father Like Son
Posting 2019: Bukan Ingkar Nasi
Posting 2018: Finding God in All Things
Posting 2017: Plis, Jangan Mau Bodoh
Posting 2016: Iman Tidak Terima Jadi
Posting 2015: Shortcut to God
Posting 2014: Akal versus Okol
