Bukan Ingkar Nasi

Bisakah Anda menebak apa yang dimaksud begawan kopi tetangga saya dengan frase nganyêpké ning ora nêlêsi (mendinginkan tetapi tidak membasahi)? Maksudnya apa jal?
Barangkali itu air conditioner alias AC karena ada airnya tetapi meskipun Anda disemprot dengan air itu, Anda tidak basah [haiya wong airnya netes ke tempat lain😂]!  

Konsep inkarnasi dalam keyakinan kristiani mendapat tempat penting, tetapi mesti segera dicatat bahwa itu adalah konsep, dan dengan demikian, perlu dipahami secara heuristik. Allah berinkarnasi dalam diri Guru dari Nazareth, tetapi bukan dalam arti seperti Dewa Wisnu yang menitis jadi Kresna dalam kisah Mahabharata. [Begitu juga atribut Anak Allah yang ditempelkan pada Guru dari Nazareth ini, sama sekali bukan dalam arti Zeus memperanakkan Hermes atau anak-anaknya yang lain dalam mitologi Yunani.] Lagi-lagi, kalau dimengerti seperti itu, benarlah anggapan bahwa orang Kristen mempertuhankan Yesus.

Sekurang-kurangnya saya, sebagai orang Kristen, tidak memahami konsep inkarnasi seperti itu. Konsep inkarnasi saya lebih klop dengan upaya kaum Muslim untuk merealisasikan Sabda Allah dalam keseharian hidup. Konsep inkarnasi saya lebih cocok dengan doa Malaikat Tuhan yang menegaskan bahwa ‘Sabda telah menjadi daging’. Daging, dalam bahasa Italia adalah carné (baca: karné), dan itu tidak jauh dari inkarnasi: mendagingkan, menubuhkan, membadankan, menampakkan, menyatakan sesuatu dalam apa yang berdimensi kedagingan. 

Dengan konsep itu, saya tidak dapat menelan mentah-mentah apa yang dikatakan Guru dari Nazareth dalam teks hari ini: Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat [Allah] Bapa. Menurut saya, hanya orang pandirlah yang mengartikannya sebagai identifikasi Yesus sebagai Allah. Dengan segala hormat pada sesama orang Kristen, sebaiknya aneka syair yang menyebutkan Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, dimengerti secara lebih manusiawi. Biar bagaimanapun, cara berpikir manusia memang memuat kategori kuantitas. Begitu orang mendengar Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, tentu yang ditangkapnya ialah adanya tiga Allah, dan itu tak cocok dengan yang sesungguhnya diimani Guru dari Nazareth sendiri.

IMHO, Allah Tritunggal adalah kenyataan Allah Yang Maha Esa, sebagaimana diimani umat agama lain, yang oleh orang Kristen ditangkap sebagai relasi antara Yang Transenden lewat sosok Guru dari Nazareth atas jasa bantuan Roh Kudus. Masih IMHO, pemahaman seperti itu lebih membebaskan orang dari jerat kepentingan ideologis doktrin agama. Kalau kepentingan ideologis yang dibela, bisa jadi orang malah dijauhkan dari kenyataan hidup yang sesungguhnya. Begitulah yang terjadi pada mereka yang secara sukarela meledakkan bom bersama badannya sendiri untuk membunuh sesama: yang dibela bukan lagi nilai universal agama, melainkan ideologi semata.

Dengan demikian, saya tak ambil pusing dengan upaya para saintis untuk membuktikan apakah Guru dari Nazareth mati dan bangkit atau tidak. Kenapa? Peristiwa Yesus (hidup, kematian, dan kebangkitannya) ‘hanyalah’ peristiwa iman, yang tidak perlu pembuktian, tetapi menuntut kesaksian hidup orang yang mengimaninya. Ironisnya, kesaksian tidak selalu dihidupi orang beragama Kristen, tetapi malah orang lain yang hidupnya memuat dinamika penderitaan, ‘kematian’, dan kebangkitan dalam memperjuangkan sila ke-2 Pancasila. 

Tuhan, mohon rahmat supaya hidup kami sungguh jadi inkarnasi cinta-Mu. Amin.


SABTU PASKA IV
18 Mei 2019

Kis 13,44-52
Yoh 14,7-14

Posting 2018: Finding God in All Things
Posting 2017: Plis, Jangan Mau Bodoh

Posting 2016: Iman Tidak Terima Jadi

Posting 2015: Shortcut to God

Posting
 2014: Akal versus Okol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s