Collect moments, not things.
-

Heaven’s Got Talent
Kemarin saya garis bawahi bahwa talenta dalam narasi Kitab Suci bukanlah talenta seperti anggapan orang pada umumnya sebagai potensi bakat atau kemampuan bawaan orang, entah itu berkenaan dengan keindahan atau kepintaran. Kenapa saya garis bawahi? Karena itu sekurang-kurangnya memerdekakan saya sendiri dan siapa saja yang mungkin tak punya potensi bakat atau kemampuan seperti itu. Bukan Read more
-

Talenta
Orang yang sungguh rendah hati tidak memendam talentanya, tetapi meletakkannya dalam pelayanan kepada Allah dan sesama. Klausa terakhir ini penting untuk menghindarkan tafsir kapitalis atas perumpamaan tentang talenta dalam teks bacaan hari ini. Bukan apa-apa, dalam kultur superfisial, perumpamaan ini sangat cepat terhubungkan dengan bagaimana orang mengembangkan bakatnya sebagai aktualisasi diri dengan ganjaran yang menggiurkan: Read more
-

Doa Koruptor
Ini pengulangan refleksi enam tahun lalu: doa orang suci itu tidak mengorupsi waktu kerjanya, tetapi menambah kualitas kerjanya, sementara itu, kerja orang kudus bukannya meniadakan waktu doanya, melainkan menyempurnakan, mengutuhkan, mewujudkannya. Dengan begitu, tak ada pemisahan antara doa dan kerja, tak ada korupsi pada keduanya. Tak mengherankan bahwa Guru dari Nazareth memberi wejangan supaya orang Read more
-

Yamadipati
Kalau orang mau memahami dirinya, ia mesti bertanya pada dirinya sendiri mengenai kematian. Begitu kata Eberhard Jüngel, seorang teolog Lutheran, profesor emeritus pada Universitas Tübingen. Saya tidak begitu heran bahwa di seberang perpustakaan kampus itu terhampar sebidang tanah yang adalah kuburan. Juga ketika orang membaca di situ, Yamadipati atau malaikat kematian mampir menyambangi pengunjung yang Read more
-

Jihad
Seluruh tulisan pada blog ini tidak punya asumsi dasar bahwa surga, atau bagaimana pun hendak diistilahkan, adalah suatu balas jasa atau imbalan atas prestasi religius seseorang, sebagaimana seorang anak mendapat hadiah sepeda jika naik kelas. Pemahaman seperti itu bisa jadi sebelas dua belas dengan konsep “sintasan yang terbugar” alias survival for the fittest bin seleksi Read more
-

Make Sensi
Saya baru tahu bahwa kata lepra dalam bahasa Ibrani merupakan simbol kutukan Allah kepada orang-orang berdosa. Dulu memang penyakit pada umumnya dianggap sebagai hukuman dosa manusia, tetapi lepra ini rupanya paling simbolis. Kenapa? Begini kata tetangga jauh saya. Pertama, lepra bukanlah penyakit mematikan, tetapi membuat penderitanya kehilangan sensitivitas terhadap benda asing (panas dingin, kasar halus) Read more
