Collect moments, not things.
-

Jalan Damai
Di Kota Gudheg ini, saya beberapa kali jogging melewati Gang Toleransi, tapi belum pernah sekali pun saya jogging melalui Jalan Damai. Kejauhan. Saya yakin kepala dan pundak saya kuat, tapi lutut kaki tidak #halah. Mungkin kenyataan itu memihak keyakinan saya bahwa toleransi jauh dari damai. Toleransi tidak identik dengan damai. Tak mengherankan, jika Allah menawarkan… Read more
-

Kapital
Belum genap seminggu ada wacana mengenai talenta, hari ini disodorkan lagi bacaan mengenai talenta, tapi dengan kata yang berbeda: mina. Sebetulnya alur ceritanya ya sama, tetapi teks bacaan kali ini lebih insinuatif terhadap ajakan untuk memperkaya yang sudah kaya dan mempermiskin yang sudah miskin. Kitab Suci macam mana ini memberi catatan “setiap orang yang mempunyai,… Read more
-

Lirikan Matamu 2
Tahun lalu sudah ada posting dengan judul Lirikan Matamu, dengan acuan lagu dangdut gubahan A. Rafiq. Sebetulnya lagu itu juga nongol lagi di kepala ketika mendapati narasi teks bacaan hari ini, tetapi baiklah judulnya saja yang saya pakai lagi. Pokoknya, dua tokoh hari ini menunjukkan level pandangan yang berbeda: yang satu menyodorkan tatapan yang mengobjekkan yang… Read more
-

Heaven’s Got Talent
Kemarin saya garis bawahi bahwa talenta dalam narasi Kitab Suci bukanlah talenta seperti anggapan orang pada umumnya sebagai potensi bakat atau kemampuan bawaan orang, entah itu berkenaan dengan keindahan atau kepintaran. Kenapa saya garis bawahi? Karena itu sekurang-kurangnya memerdekakan saya sendiri dan siapa saja yang mungkin tak punya potensi bakat atau kemampuan seperti itu. Bukan… Read more
-

Talenta
Orang yang sungguh rendah hati tidak memendam talentanya, tetapi meletakkannya dalam pelayanan kepada Allah dan sesama. Klausa terakhir ini penting untuk menghindarkan tafsir kapitalis atas perumpamaan tentang talenta dalam teks bacaan hari ini. Bukan apa-apa, dalam kultur superfisial, perumpamaan ini sangat cepat terhubungkan dengan bagaimana orang mengembangkan bakatnya sebagai aktualisasi diri dengan ganjaran yang menggiurkan:… Read more
-

Doa Koruptor
Ini pengulangan refleksi enam tahun lalu: doa orang suci itu tidak mengorupsi waktu kerjanya, tetapi menambah kualitas kerjanya, sementara itu, kerja orang kudus bukannya meniadakan waktu doanya, melainkan menyempurnakan, mengutuhkan, mewujudkannya. Dengan begitu, tak ada pemisahan antara doa dan kerja, tak ada korupsi pada keduanya. Tak mengherankan bahwa Guru dari Nazareth memberi wejangan supaya orang… Read more
