Collect moments, not things.
-

Dari Yakin Kok Pasti
Saya yakin Anda ingat lirik lagu Syukur, sekurang-kurangnya kalimat pertama: dari yakinku teguh. Akan tetapi, saya tak bisa memastikan apakah Anda bisa menyanyikannya seturut gubahan Husein Mutahar. Dua modalitas ini, keyakinan dan kepastian, saya pakai untuk membaca teks bacaan hari ini. Teksnya mengatakan: kalau orang tahu pasti jam berapa perampok datang, ia tak akan membiarkan… Read more
-

Turunkan Nabi
Saya lebih nyaman dengan kloset jongkok daripada kloset duduk, meskipun saya pernah akrab dengan produk bidet (bacanya bidei saja, entah dengan aksen British atau American, tapi sepertinya itu nama orang Perancis). Kayaknya beberapa hari lalu bahas perkara cebok, Rom, sekarang kok balik lagi ke perkara toilet. Menjijikkan!🤭 Bukannya yang menjijikkan itu yang gak cebok ya?… Read more
-

Cinta Nan Mrucut
Pada posting kemarin saya simpan pertanyaan reflektif: siapakah cinta pertama Anda? Kalau Anda harus menjawabnya, saya yakin, memori Anda akan kembali ke masa SMP/SMA atau kuliah. Ngaku aja deh!🤣 Kalau dari bacaan kemarin saya tunjukkan kesalahkaprahan penafsiran ayat “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu… Read more
-

Cinta Pertama
Saya merasa bosan mengulas teks Injil yang dibacakan hari ini; wong sudah setiap 17 Agustus dibacakan. Jadi, sejak 2014, sudah tujuh kali, belum lagi kalau ditambah pembacaan pada hari Minggu XXIX kalender liturgi Gereja Katolik, sekurang-kurangnya ada 14 kali. Yaela, Rom, itu baru 14 kali dalam tujuh tahun. Istri [atau suami deh] saya ini loh… Read more
-

Ngaku Aja
Anda tentu sering melihat orang yang sebelum berkendara, sebelum naik kendaraan umum, sebelum memulai pekerjaan, mendaraskan basmalah atau membuat tanda salib atau apa deh yang dimaksudkan untuk memulai pekerjaan baik-baik dan mohon rida Allah dan keselamatan dari-Nya. Saya senang melihat atau mendengarnya dan itu sekaligus juga menyadarkan saya akan sakralitas dunia yang fana ini. Akan… Read more
-

Wahai Orang Muna’
Saya tak tahu apa jadinya dunia ini jika mulut semua orang mengeluarkan hanya kata-kata yang berasal dari kedalaman hati. Mungkin kiamat. Syukurlah yang begitu cuma beberapa gelintir orang sehingga gak kiamat kiamat, masih ada kesempatan tobat. Celakanya, entah kapan kiamat, orang belum juga tobat.🤭 Dengan begitu, wanti-wanti yang disodorkan Guru dari Nazareth supaya orang waspada terhadap… Read more
