• In omnibus amare

    In omnibus amare

    Tetangga kamar saya di sini ada yang layak dijuluki sebagai raja sambal. Sudah biasa bikin sambal sendiri; makanan terpedas yang pernah saya pesankan pun sama sekali tak membuatnya kěpěděsan (bahasa Indonesianya gimana tuh, kan bukan kepedasan toh?). Teman lain ada yang dijuluki sebagai raja sambat. Tiada hari tanpa sambat. Hampir semua hal bisa jadi bahan Read more

  • Detachment

    Detachment

    Pernah saya pergi ke Thailand untuk mengikuti suatu kursus kepemimpinan selama dua minggu. Masakan di tempat kursus sungguh enak; selalu habis, kecuali wadahnya. Beberapa kali kami juga pergi makan di luar, di sembarang rumah makan, dan nasib makanannya pun sama. Tak bersisa apa-apa di atas piring, kecuali sendok-garpunya. Benar-benar nak nan alias ènak těnan bin Read more

  • Tiramisù

    Tiramisù

    Saya punya keponakan yang sedang getol berbisnis dan dalam perbincangan dengannya terungkap bagaimana dalam bisnis yang dijalaninya itu ada filosofinya; juga dituntut komitmen, manajemen emosi, disiplin, dan seterusnya. Tentu saja filosofi, komitmen, manajemen emosi, dan seterusnya itu ada dalam bisnis lain juga. Yang menjadi pertanyaan saya: apakah filosofi dan seterusnya itu tak dihidupinya sewaktu kuliah, Read more

  • Infantilisme

    Infantilisme

    Kalau pusat hidup Anda diletakkan pada agama, bukan pada Allah, Anda akan galau jika ada orang berpindah agama. Kalau ia pindah ke agama lain, Anda sedih; kalau ia pindah dari agama lain, Anda senang. Itu contoh kebahagiaan bersyarat. Jika pengamatan ini keliru untuk Anda, sekurang-kurangnya saya dulu pernah mengalaminya, saat hidup beriman saya masih begitu Read more

  • Anjaaay

    Anjaaay

    Ini sharing masa lalu, sekitar zamannya Dilan, persisnya akhir tahun 80-an. Semua guru, karyawan, dan kebanyakan teman tahu bahwa saya dan beberapa teman lain bercita-cita jadi pastor. Saya bahkan mencita-citakannya sejak kelas tiga SD, dan beberapa dekade kemudian saya sadar bahwa itu bukan cita-cita terdalam saya.🤭 Bahwa sekarang jadi imam, ya terima aja kan?🤣 Kenapa Read more

  • Selektif

    Selektif

    Ada kalanya orang selektif untuk mendengar: hanya mau mendengarkan hal yang ia mau dengarkan. Ini sangat berguna jika lawan bicaranya ternyata ngawur, mabuk, halu dan sejenisnya. Anda tentu masih ingat ungkapan ndhèrèk langkung yang saya singgung beberapa waktu lalu. Setelah sapaan itu meluncur dari mulut saya, saya segera pasang telinga baik-baik, menantikan balasan apa yang Read more