• Where are you, Grace?

    Where are you, Grace?

    Apa kunci perbedaan damai yang diberikan Guru dari Nazareth dan yang diberikan dunia? Jawabannya ada pada alinea pembukaan UUD ’45: rahmat. Tanpa rahmat, kedamaian bersifat semu dan rentan terhadap aneka konspirasi dunia, meskipun ada keinginan luhur. Mengapa semu dan rentan? Karena bersyarat dan syaratnya semata bergantung pada konspirasi dunia tadi, dengan segala sebutannya. Rahmat melampaui… Read more

  • Gratifikasi untuk Allah

    Gratifikasi untuk Allah

    Anda sudah tahu bagaimana nasib cinta yang dibangun atas dasar kata-kata semata: ambyar. Lucunya, seperti sudah diulas dalam posting Ambyar Sells beberapa hari lalu, keambyaran itu justru bisa lebih menarik orang banyak karena orang sudah tuman bin ketagihan terhadap yang ambyar-ambyar begitu. Ini bukan perkara narkoba semata, melainkan juga bahkan perkara rohani, justru karena ketagihan itu merangkul… Read more

  • Berdamai dengan Korona

    Berdamai dengan Korona

    Anda bisa dapati Jalan Pius, Paulus, Yohanes, Petrus, Yerusalem, dan seterusnya, tetapi mengapa tak ada Jalan Yesus Kristus ya? Apakah sosok ini dianggap kurang berjasa? Begitu juga dengan tokoh sentral agama lain: kenapa tidak dihormati sebagai nama jalan? Kiranya bukan karena tak berjasa bagi kehidupan, melainkan karena mereka adalah Sang Jalan, yang tidak menjadi tujuan… Read more

  • Like Father Like Son

    Like Father Like Son

    Gambar bisa bercerita lebih banyak daripada tulisan saya untuk menerangkan judul posting ini. Tentu masih ada gambar lain yang (lebih) lucu mengenai kemiripan perilaku bapak dan anaknya. Meniru perilaku gampanglah dibuat. Hewan lain bisa melakukannya dan bisa difoto juga. Kalau peri-nya hilang, persoalannya menjadi lain. Meniru laku itu lebih sulit. Jangankan meniru laku, wong mengerti arti laku saja sudah sulit. Laku dalam… Read more

  • Ambyar Sells

    Ambyar Sells

    Sinetron yang mengaduk-aduk perasaan itu punya daya tarik tersendiri, sedemikian rupa sehingga penggemarnya bisa jadi tak memedulikan lagi akal sehatnya. Itu tak beda jauh dari penggemar game yang kehilangan kemampuan untuk menerapkan first things first dalam hidupnya. Keduanya punya keasikan tersendiri, tetapi kalau luput mengelolanya, hidup bisa ambyar. Permainan jadi terlalu serius, yang serius jadi… Read more

  • Plandemi

    Plandemi

    Hari ini diperingati peristiwa Buddha: kelahiran, enlightment, dan wafat beliau. Ampuni saya karena saya belum menemukan jawaban apa yang mendorong beliau meninggalkan kemapanannya dan berusaha mencari makna di balik kenyataan hidup fana yang diwarnai aneka penderitaan ini. Victor E. Frankl kiranya mengikuti kegelisahan batin seperti yang dialami Guru Siddharta ini, meskipun cara menjawabnya berbeda, dan… Read more