Plandemi

Hari ini diperingati peristiwa Buddha: kelahiran, enlightment, dan wafat beliau. Ampuni saya karena saya belum menemukan jawaban apa yang mendorong beliau meninggalkan kemapanannya dan berusaha mencari makna di balik kenyataan hidup fana yang diwarnai aneka penderitaan ini. Victor E. Frankl kiranya mengikuti kegelisahan batin seperti yang dialami Guru Siddharta ini, meskipun cara menjawabnya berbeda, dan Frankl bukan satu-satunya makhluk hidup pencari makna. Dia justru hendak mengatakan bahwa kebahagiaan manusia tercapai pada momen orang menemukan makna di balik tragedi dan kerasnya hidup ini.

Kemarin saya mendapati tautan Youtube dengan kata kunci ‘plandemic‘. Sisipan satu konsonan sudah cukup mengatakan isi video itu, tetapi kacamata awam saya menangkapnya sederhana: pandemi ini, entah ada campur tangan manusia atau tidak, memiliki dampak serendipity, tak terduga. Saya tidak punya alat untuk melakukan verifikasi apakah data yang disodorkan dalam video itu benar. Memang saya punya sumber bagaimana bisnis farmasi bisa begitu jahat, sebagaimana bisnis lainnya, tetapi ini bukan lahan investigasi saya. Ada badan lain yang berwenang dan berkapasitas untuk melakukan investigasi.

Akan tetapi, persoalannya pun tidak berakhir dengan investigasi karena, belajar dari guru saya, bisa jadi investigasi tak luput dari kepentingan politik tertentu. Belum lama ini dalam liturgi Gereja Katolik disodorkan narasi bagaimana para penguasa politik cuci tangan dan berkongkalikong dengan otoritas agama untuk menghabisi siapa saja yang merongrong kenyamanan bisnis. Bisnis bukan lagi semata duit, melainkan juga kekuasaan, baik politik maupun agama.

Teks bacaan hari ini menyodorkan Guru dari Nazareth yang menghadapi permulaan kongkalikong itu. Menariknya, itu paralel dengan yang dilakukan Guru Siddharta: Guru dari Nazareth justru masuk dalam intimitas dengan orang yang paling berpeluang mengkhianatinya. Guru Siddharta harus masuk dalam perjumpaan dengan penderitaan untuk menapaki ziarah pencerahannya: ia tinggalkan kemapanan, kemudahan, aneka jaminan hidup, dan nyemplung dalam hidup konkret yang jebulnya rapuh terhadap keambyaran.

Makna utuh kehidupan ditemukan setelah kedua Guru itu masuk dalam jalan gelap penderitaan. Dalam perspektif Kristiani, Kitab Suci Perjanjian Lama tampak penuh nubuat terhadap ‘takdir’ yang mesti dijalani Guru dari Nazareth. Akan tetapi, itu adalah perspektif postfactum; orang menarik ke belakang peristiwa: oh sebelum matinya itu ia berpamitan, ia bicara soal pulang, tatapan matanya kelihatan berbeda, dan seterusnya. Semua dihubungkan dengan hasil akhirnya: semuanya sesuai rencana Tuhan!

Akan tetapi, hasil akhir tidak mendefinisikan kehendak Tuhan karena Tuhan bukanlah Allah orang mati. Bahwa sekarang Anda menjadi pengusaha obat yang kaya raya, itu tidak berarti bahwa kehendak Tuhan ialah Anda menjadi pengusaha obat yang kaya raya. Siapa tahu Dia menghendaki Anda jatuh miskin karena menyumbangkan seluruh obat buatan Anda tanpa menarik uang sepeser pun? Kehendak Tuhan senantiasa hadir pada momen orang masuk dalam realitas yang berpotensi tragis tadi: pengkhianatan, perubahan, kehancuran, penderitaan, dan seterusnya. Guru dari Nazareth, seperti Guru Siddharta, masuk ke dalam realitas itu dengan agenda mulia: semoga semua makhluk berbahagia.

Tuhan, mohon rahmat keteguhan hati untuk senantiasa mencari, menemukan, dan melaksanakan kehendak-Mu dalam setiap momen hidup kami. Amin.


KAMIS PASKA IV
Hari Raya Waisak
7 Mei 2020

Kis 13,13-25
Yoh 13,16-20

Posting 2019: Allah Salah Kaprah
Posting 2018: Love is in the air

Posting 2017: Move On, Please!

Posting 2016: Kartini Kok Pasif

Posting 2015: Simbol Cinta

Posting 2014: Menolak Lupa

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s