Collect moments, not things.
-

Berjudi dalam Tuhan
Pada awal milenium ini saya masih punya jiwa avonturir tinggi, termasuk ketika berkunjung ke Makau. Sayangnya, waktu di depan The Venetian Macao, jiwa avonturir mak slulup angslup dan mulut terkatup meskipun pintu belum tertutup. Duit saya pasti tak cukup. Seorang teman mengajak saya masuk, tetapi saya tahu dia punya uang lebih banyak. Kami punya waktu Read more
-

Where are you, Grace?
Apa kunci perbedaan damai yang diberikan Guru dari Nazareth dan yang diberikan dunia? Jawabannya ada pada alinea pembukaan UUD ’45: rahmat. Tanpa rahmat, kedamaian bersifat semu dan rentan terhadap aneka konspirasi dunia, meskipun ada keinginan luhur. Mengapa semu dan rentan? Karena bersyarat dan syaratnya semata bergantung pada konspirasi dunia tadi, dengan segala sebutannya. Rahmat melampaui Read more
-

Gratifikasi untuk Allah
Anda sudah tahu bagaimana nasib cinta yang dibangun atas dasar kata-kata semata: ambyar. Lucunya, seperti sudah diulas dalam posting Ambyar Sells beberapa hari lalu, keambyaran itu justru bisa lebih menarik orang banyak karena orang sudahĀ tumanĀ bin ketagihan terhadap yang ambyar-ambyar begitu. Ini bukan perkara narkoba semata, melainkan juga bahkan perkara rohani, justru karena ketagihan itu merangkul Read more
-

Berdamai dengan Korona
Anda bisa dapati Jalan Pius, Paulus, Yohanes, Petrus, Yerusalem, dan seterusnya, tetapi mengapa tak ada Jalan Yesus Kristus ya? Apakah sosok ini dianggap kurang berjasa? Begitu juga dengan tokoh sentral agama lain: kenapa tidak dihormati sebagai nama jalan? Kiranya bukan karena tak berjasa bagi kehidupan, melainkan karena mereka adalah Sang Jalan, yang tidak menjadi tujuan Read more
-

Like Father Like Son
Gambar bisa bercerita lebih banyak daripada tulisan saya untuk menerangkan judulĀ postingĀ ini. Tentu masih ada gambar lain yang (lebih) lucu mengenai kemiripan perilaku bapak dan anaknya. Meniru perilaku gampanglah dibuat. Hewan lain bisa melakukannya dan bisa difoto juga. Kalau peri-nya hilang, persoalannya menjadi lain. Meniru laku itu lebih sulit. Jangankan meniruĀ laku,Ā wongĀ mengerti artiĀ lakuĀ saja sudah sulit. Laku dalam Read more

