Collect moments, not things.
-

Anomali Kopat-Kapit
Orang Jawa kenal kata dwilingga salin suara: kopat-kapit. Asosiasinya dengan anjing sewaktu duduk menantikan makannya. Ekornya kopat-kapit. Bolehlah diperkenalkan dwilingga lainnya: kopat-kopit. Tidak pagi, tidak siang, tidak malam, yang dibahas Covid-19 terus: kopat-kopit wae. Ya mau bagaimana lagi, ratusan juta kepala itu memang tak bisa kompak sehari saja omong soal kopit (jangan coba-coba ganti vokal… Read more
-

Bebas Meterai
Orang beriman disebut bebas bukan karena bisa bertindak atas dasar kesenangannya semata atau lantaran kewajiban agamanya sendiri, melainkan karena ia bisa bertindak atas dasar apa yang kiranya menyenangkan Allah, pribadi yang mencintai dan dicintainya. Tentu saja, persoalannya: apa kriteria menyenangkan Allah. Tak usah ribet mikirnya karena sudah tersirat: bukan semata kesenangan sendiri, bukan juga kewajiban… Read more
-

Iman Tuyul
Anda boleh tertawa bahwa saya pernah melihat tuyul di kompleks TMP Kalibata. Saya, ibu saya dan entah siapa lagi (wong banyak penumpangnya), naik Metro Mini dari Cililitan ke Blok M. Sebelum pertigaan Jln. Pasar Minggu, bus berhenti persis di depan TMP. Lampu merah. Pada saat itu saya melihat kompleks TMP dan mata saya tertambat pada… Read more



